×

Pencarian

Stok BBM Disebut Aman, Warga Bengkulu Antre Berjam-jam Malah Tak Kebagian Solar: “Ada yang Aneh!”

KABARDARING.ID – Di tengah klaim pemerintah bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Bengkulu dalam kondisi aman, antrean panjang kendaraan justru masih terjadi di sejumlah SPBU. Ironisnya, banyak pengendara yang telah mengantre berjam-jam harus pulang dengan tangan kosong karena stok Bio Solar mendadak habis.

Kondisi tersebut dialami Putra, warga Kota Bengkulu, yang mengaku mulai mengantre sejak pukul 11.00 WIB di SPBU kawasan Kebun Tebeng, Kecamatan Ratu Agung, Sabtu (13/6/2026). Namun setelah menunggu selama beberapa jam, harapannya untuk mendapatkan BBM subsidi pupus.

“Saya sudah antre beberapa jam. Tiba-tiba stok habis. Kita yang sudah antre panjang berjam-jam merasa kecewa,” ujar Putra kepada wartawan.

Menurut Putra, fenomena antrean panjang bukan lagi kejadian baru. Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan pengangkut Bio Solar terus terjadi dan menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat.

Yang membuatnya semakin curiga, banyak kendaraan yang terlihat berulang kali mengantre hampir setiap hari.

“Kita curiga kendaraan yang antre ini kendaraan yang sama. Antar sopir juga saling kenal. Ini perlu ditelusuri. Sementara kita yang benar-benar untuk kebutuhan pribadi justru kesulitan mendapatkan solar,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga lain yang mengaku harus berpindah-pindah SPBU demi mendapatkan BBM subsidi. Situasi ini memunculkan spekulasi baru di tengah masyarakat terkait kemungkinan masih adanya praktik penyalahgunaan BBM subsidi di Bengkulu.

Kecurigaan itu bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu melalui Subdit IV Tipidter pernah membongkar kasus dugaan penyalahgunaan BBM subsidi jenis Bio Solar di Kota Bengkulu.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial AS yang diduga melakukan penimbunan dan perdagangan BBM subsidi. Dari rumah tersangka di wilayah Kecamatan Kampung Melayu, petugas menemukan 123 jerigen berisi Bio Solar dengan total mencapai 4.059 liter.

Selain ribuan liter BBM subsidi, polisi juga menyita puluhan jerigen kosong, satu unit telepon genggam, serta sejumlah surat rekomendasi pembelian BBM subsidi yang diduga digunakan untuk melancarkan aksinya.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Ichsan Nur menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku penyalahgunaan BBM subsidi.

“Polri berkomitmen memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai peruntukannya. Penyalahgunaan BBM subsidi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga masyarakat yang berhak menerima. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp60 miliar.

Menariknya, kondisi antrean yang terus berulang ini berbanding terbalik dengan pernyataan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, sebelumnya memastikan ketersediaan BBM di Bengkulu dalam kondisi aman.

“Dengan kondisi stok yang aman, kami tetap menerapkan pembatasan pembelian BBM sesuai surat edaran gubernur. Ini untuk menjaga distribusi tetap merata dan mendukung efisiensi energi,” ujar Rico.

Kini pertanyaan masyarakat pun mengemuka. Jika stok BBM subsidi benar-benar aman, mengapa antrean panjang masih terjadi setiap hari dan banyak warga justru tidak kebagian? Fenomena ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu dijawab oleh pihak terkait agar distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran. ***