KABARDARING.ID – Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat yang tertimpa musibah. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, bersama Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu, Romli, turun langsung menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Kota Bengkulu, Jumat (12/6/2026).
Bantuan berupa sembako dan uang tunai tersebut diberikan kepada Refani, warga Jalan Flamboyan I RT 02, Kelurahan Kebun Kenanga, Kota Bengkulu, yang rumahnya hangus dilalap si jago merah pada Selasa (9/6) lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah dan kursi bekas di area sekitar rumah korban. Api kemudian dengan cepat membesar hingga melahap seluruh bangunan rumah dan menyebabkan kerugian yang cukup besar.
Kehadiran Sekda Bengkulu bersama jajaran BAZNAS menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Bengkulu, kami turut prihatin atas musibah yang dialami saudara Refani dan keluarga. Bantuan ini memang tidak dapat menggantikan seluruh kerugian, namun kami berharap dapat meringankan beban yang dirasakan," ujar Herwan Antoni.
Dalam kesempatan tersebut, Herwan menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh tinggal diam ketika masyarakat menghadapi kesulitan.
"Pemprov Bengkulu akan selalu hadir untuk rakyat. Ketika masyarakat mengalami kesulitan, pemerintah harus hadir memberikan dukungan dan bantuan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu, Romli, mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS untuk membantu warga yang membutuhkan.
"Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mendesak keluarga korban. Semoga diberikan ketabahan dan kekuatan untuk bangkit kembali," kata Romli.
Kedatangan jajaran Pemprov Bengkulu dan BAZNAS disambut haru oleh keluarga korban. Di tengah kondisi sulit pascakebakaran, bantuan tersebut dinilai sangat membantu dan menjadi penyemangat untuk kembali bangkit.
Langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bengkulu ini kembali menegaskan komitmen bahwa pemerintah hadir tidak hanya saat pembangunan berlangsung, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan di saat-saat sulit. ***
