Panas di Pendopo Lebak: Wabup Amir Tersinggung Disindir “Mantan Napi” oleh Bupati Hasbi

Momen Halalbihalal Pemkab Lebak memanas usai Bupati Hasbi singgung Wabup mantan napi/Istimewa
Penulis: Redaksi
Selasa, 31 Maret 2026 | 12:50:11 WIB

KABARDARING.ID - Suasana kekeluargaan dalam acara halalbihalal Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mendadak berubah menjadi mencekam.

Alih-alih menjadi ajang saling memaafkan, agenda yang digelar di Pendopo Bupati pada Senin (30/3/2026) ini justru menjadi saksi pecahnya kongsi antara dua pimpinan tertinggi di daerah tersebut.

Ketegangan pecah di internal Pemerintah Kabupaten Lebak usai pernyataan Bupati Hasbi Asyidiki Jayabaya yang menyinggung masa lalu Wakil Bupati Amir Hamzah sebagai mantan narapidana.

Dalam sambutannya di hadapan aparatur sipil negara (ASN), Hasbi menyelipkan pernyataan yang dianggap menyasar pribadi Amir.

Ucapan tersebut langsung memicu reaksi. Amir mengaku tersinggung dan menilai pernyataan itu tidak pantas disampaikan di forum resmi pemerintahan.

“Saya merasa terhina. Itu sudah menyangkut ranah pribadi dan tidak ada kaitannya dengan tugas sebagai wakil bupati,” tegas Amir kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, respons yang ia tunjukkan saat itu merupakan reaksi spontan untuk mengingatkan agar komunikasi dalam pemerintahan tetap dijaga dengan etika.

Amir juga mengungkap bahwa ini bukan kali pertama dirinya menerima sindiran bernada keras. Ia bahkan menyebut sejumlah kepala dinas dan ASN kerap merasakan hal serupa dalam forum rapat.

“Bahasa seperti itu tidak layak disampaikan di ruang resmi. Ini bukan hanya soal saya, tapi menyangkut suasana kerja di pemerintahan,” ujarnya.

Di sisi lain, dalam sambutan yang sama, Hasbi turut menyoroti peran dan kewenangan wakil bupati. Ia menyinggung batasan tugas wabup berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, khususnya terkait koordinasi dengan kepala dinas.

Namun, penyampaian tersebut berubah menjadi polemik setelah Hasbi mengungkit masa lalu Amir yang pernah terjerat kasus suap sengketa Pilkada 2013 yang melibatkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar.

Situasi ini memunculkan sorotan publik, bukan hanya soal dinamika hubungan kepala daerah dan wakilnya, tetapi juga menyangkut etika komunikasi dalam pemerintahan.

Meski demikian, Amir menegaskan bahwa secara kinerja, pembangunan di Kabupaten Lebak berjalan cukup baik. Ia hanya menyayangkan jika komunikasi yang tidak sehat justru merusak citra yang sudah dibangun.

“Kalau koordinasi baik, hasilnya juga akan lebih maksimal. Jangan sampai yang sudah baik jadi terlihat buruk karena cara berkomunikasi,” tutupnya. ***

Reporter: Redaksi