Soroti Kemiskinan dan Ketimpangan, Darmansyah: Rakyat Tak Boleh Mati Karena Ketidakmampuan Hidup Layak
KABARDARING.ID – Sejumlah peristiwa tragis yang terjadi di berbagai daerah kembali menyoroti persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial di Indonesia. Kondisi tersebut dinilai menjadi cermin bahwa masih banyak masyarakat yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasar hidup.
Pengamat media sosial, Darmansyah, menyampaikan keprihatinannya atas dua peristiwa yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Peristiwa pertama terjadi di Cianjur, Jawa Barat, ketika seorang pria paruh baya dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan oleh tetangganya. Peristiwa tersebut dipicu dugaan pencurian dua buah labu siam yang rencananya akan dimasak untuk berbuka puasa bersama ibunya.
Sementara itu, peristiwa lain terjadi di Ngada, Nusa Tenggara Timur, Indonesia yang melibatkan seorang siswa sekolah dasar. Anak tersebut meninggal dunia setelah mengalami tekanan karena orang tuanya tidak mampu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah.
Menurut Darmansyah, dua peristiwa tersebut bukan sekadar tragedi biasa, melainkan gambaran nyata tentang persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat.
“Masih terlalu banyak rakyat yang bahkan belum mampu memenuhi standar paling dasar dalam hidup, seperti makan yang cukup, pakaian yang layak, pendidikan bagi anak, hingga akses berobat saat sakit,” ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima media.
Ia juga menyoroti ironi di tengah kondisi tersebut. Di saat sebagian masyarakat berjuang memenuhi kebutuhan dasar, publik justru kerap mendengar kabar penggunaan anggaran negara dalam jumlah besar yang tidak selalu berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Negara seharusnya diukur bukan dari seberapa megah proyek yang dibangun, tetapi dari seberapa kecil penderitaan rakyat yang paling lemah,” kata Darmansyah.
Ia menambahkan, kemiskinan yang dibiarkan terlalu lama tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat, tetapi juga berpotensi menggerus rasa kemanusiaan.
“Ketika kemiskinan terus terjadi tanpa solusi nyata, yang hilang bukan hanya kesejahteraan, tetapi juga empati sosial kita sebagai bangsa,” ujarnya.
Darmansyah berharap berbagai pihak, terutama pemangku kebijakan, dapat lebih fokus pada upaya mengurangi kemiskinan serta memastikan setiap warga negara mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar seperti pangan, pendidikan, dan layanan kesehatan. ***