KABARDARING.ID – Aksi nekat seorang pria yang diduga membelanjakan uang palsu di Pasar Barukoto, Kota Bengkulu, akhirnya berujung penangkapan. Polisi bahkan membongkar rumah yang diduga dijadikan lokasi pembuatan uang palsu lengkap dengan peralatan cetaknya.
Pelaku berinisial A.R. (48), warga Kelurahan Surabaya, Kota Bengkulu, diamankan jajaran Polsek Teluk Segara setelah diduga mengedarkan uang palsu pecahan Rp20.000 saat berbelanja enam butir telur dan keripik pisang di Pasar Barukoto pada Senin (6/7/2026).
Kasus ini diungkap dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolsek Teluk Segara AKP Noprizal didampingi Kasi Humas Polresta Bengkulu IPTU Endang Sudrajat, Ps. Kanit Reskrim IPTU WBL Tobing, S.Sos., dan IPDA Deni Arisandi, Kamis (9/7/2026).
Menurut AKP Noprizal, pengungkapan bermula dari laporan warga yang curiga terhadap kondisi fisik uang yang diterima saat transaksi.
"Setelah menerima laporan, personel langsung melakukan pengecekan terhadap uang tersebut dan menemukan adanya perbedaan fisik yang mengindikasikan uang itu diduga palsu," ujar AKP Noprizal.
Berbekal hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku. Penggeledahan kemudian dilakukan di rumah tersangka.
Hasilnya membuat polisi menemukan berbagai barang bukti yang diduga digunakan untuk memproduksi uang palsu, di antaranya 74 lembar uang pecahan Rp20.000 yang diduga palsu, 14 lembar hasil cetakan yang belum dipotong, satu unit printer, tinta printer, rim kertas, alat pemotong, satu lembar uang asli sebagai contoh cetakan, telepon genggam, hingga satu unit sepeda motor.
"Saat dilakukan penggeledahan di rumah tersangka, kami menemukan berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan tindak pidana pemalsuan uang. Seluruh barang bukti langsung kami amankan untuk kepentingan penyidikan," jelas Kapolsek.
Kini tersangka telah diamankan di Polsek Teluk Segara bersama seluruh barang bukti. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain maupun jaringan yang terlibat dalam produksi dan peredaran uang palsu tersebut.
"Kami akan melakukan penyidikan secara menyeluruh untuk mengungkap asal-usul uang palsu ini, termasuk kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang turut terlibat dalam proses produksi maupun peredarannya," tegas AKP Noprizal.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat menerima uang tunai dengan mengenali ciri-ciri keaslian rupiah. Jika menemukan uang yang diduga palsu, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti. ***
