KABARDARING.ID – Iran berduka setelah Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, dinyatakan tewas akibat serangan udara yang disebut dilancarkan Amerika Serikat dan Israel. Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari atas wafatnya tokoh yang telah memimpin Republik Islam tersebut selama lebih dari tiga dekade.
Melalui pernyataan resmi, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan akan memberikan respons keras terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab. Garda Revolusi menyebut serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan dan integritas teritorial Iran.
“Pembalasan akan dilakukan dengan tegas dan tidak akan membiarkan para pelaku lolos dari hukuman,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip Agence France-Presse, Minggu (1/3/2026).
Sementara itu, kantor berita resmi Islamic Republic News Agency melaporkan bahwa Iran tengah menyiapkan operasi balasan yang menyasar target militer dan keamanan Amerika Serikat serta Israel di kawasan. IRGC menyatakan kesiapan penuh untuk mengerahkan rudal dan drone dalam operasi tersebut.
Serangan udara dilaporkan terjadi di sejumlah kota di 24 provinsi Iran, hanya beberapa hari sebelum rencana perundingan lanjutan terkait program nuklir Iran. Putaran sebelumnya disebut berlangsung di Jenewa dengan mediasi Oman.
Pemerintah Iran menyebut serangan tersebut menghantam fasilitas pertahanan dan sipil. Situasi kawasan kini dilaporkan dalam kondisi siaga tinggi menyusul ancaman eskalasi lebih lanjut antara Teheran dan Washington serta Tel Aviv. ***
