KABARDARING.ID – Suasana apel di lingkungan Kepolisian Daerah Bengkulu mendadak berubah tegang. Usai apel bersama, para perwira menengah (pamen) langsung diperintahkan mengikuti tes urine tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Langkah ini bukan sekadar formalitas. Tes dilakukan sebagai bentuk pengawasan internal sekaligus peringatan keras bahwa tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkoba di tubuh Polri.
Apel yang diikuti personel dari berbagai satuan kerja awalnya berjalan seperti biasa. Namun sesaat setelah kegiatan selesai, pengumuman mendadak disampaikan: sejumlah personel wajib menjalani tes urine hari itu juga.

Sidak tersebut diawasi langsung oleh Mardiyono. Kehadiran orang nomor satu di Polda Bengkulu itu menjadi sinyal kuat bahwa komitmen pemberantasan narkoba di internal bukan sekadar slogan.
“Tes urine ini merupakan langkah pengawasan internal yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan setiap anggota Polri siap menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas,” tegas Kapolda.
Ia juga menegaskan, institusi tidak akan mentolerir pelanggaran, khususnya yang berkaitan dengan narkoba. Jika terbukti melanggar, sanksi tegas menanti.
Langkah mendadak ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat disiplin dan menjaga marwah institusi di mata publik. Di tengah sorotan masyarakat terhadap integritas aparat, Polda Bengkulu ingin memastikan anggotanya bersih sebelum menegakkan hukum di luar. Pesannya jelas, bersih atau tersingkir. ***
