KABARDARING.ID – Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai mematangkan persiapan pembangunan pabrik biodiesel sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Prabowo Subianto di sektor kemandirian energi.
Komitmen tersebut dibahas dalam rapat inventarisasi data perusahaan Crude Palm Oil (CPO) yang dipimpin Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (13/7).
Dalam rapat tersebut, Mian menegaskan Bengkulu memiliki peluang besar menjadi salah satu daerah pengembangan industri biodiesel karena didukung melimpahnya produksi minyak kelapa sawit mentah sebagai bahan baku utama.
Menurutnya, rencana pembangunan pabrik biodiesel juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mempercepat pengembangan kawasan industri Pulau Baai sebagai pusat hilirisasi komoditas unggulan daerah.
"Potensi pembangunan pabrik biodiesel sangat besar karena bahan bakunya tersedia di Bengkulu. Ini juga sejalan dengan program Bapak Gubernur dalam mengembangkan kawasan industri Pulau Baai. Karena itu, rapat ini menjadi langkah awal untuk menyinkronkan pendataan dan pengumpulan informasi dari seluruh OPD terkait," ujar Mian.
Ia menjelaskan, biodiesel B50 merupakan bahan bakar yang terdiri atas campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbahan baku minyak sawit dan 50 persen solar berbasis fosil. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah industri sawit.
Untuk mendukung percepatan realisasi program, Mian meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera menyelesaikan pendataan perusahaan kelapa sawit, kapasitas produksi CPO, hingga aktivitas ekspor yang dilakukan dari Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, data tersebut akan menjadi bahan utama bagi Pemerintah Provinsi Bengkulu saat memaparkan kesiapan daerah kepada pemerintah pusat.
"Pendataan ini harus segera diselesaikan karena menjadi bagian dari dukungan kita terhadap program Presiden Republik Indonesia. Harapannya, apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, pembangunan pabrik biodiesel di Bengkulu dapat mulai direalisasikan pada 2027," tegasnya.
Melalui pembangunan pabrik biodiesel, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap dapat mempercepat hilirisasi industri kelapa sawit, meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain mendukung program kemandirian energi nasional, proyek tersebut juga diharapkan memberikan nilai tambah terhadap komoditas sawit yang selama ini menjadi salah satu sektor unggulan Bengkulu.
