×

Pencarian

BEM SI Bengkulu Kecam Dugaan Pengeroyokan Siswi SMA, Desak Pengusutan Tuntas

KABARDARING.ID — Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Bengkulu, Kelvin Malindo, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras dugaan pengeroyokan yang menimpa seorang siswi SMA di salah satu sekolah di Bengkulu. Peristiwa tersebut diduga melibatkan kakak kelas korban dan terjadi di lingkungan sekolah.

Kelvin menegaskan, tindakan kekerasan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, terlebih terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi peserta didik.

“Lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan melindungi siswa, bukan justru menjadi ruang terjadinya kekerasan, intimidasi, atau penyalahgunaan relasi kuasa yang sering dibungkus dalam budaya senioritas,” tegas Kelvin dalam keterangannya.

Menurutnya, kekerasan terhadap siswi bukan hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kondisi psikologis, rasa aman, serta masa depan korban.

Kelvin menilai kasus tersebut harus diusut secara tuntas, adil, dan transparan tanpa adanya upaya menutup-nutupi fakta maupun melindungi pihak tertentu. Ia mengingatkan bahwa penanganan yang tidak serius justru akan memperkuat budaya kekerasan di lingkungan pendidikan.

Ia juga mendesak pihak sekolah, Dinas Pendidikan, serta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan bertanggung jawab dalam menangani kasus tersebut. Selain itu, korban harus mendapatkan perlindungan serta pemulihan secara menyeluruh, baik secara fisik maupun psikologis.

“Kami mendesak semua pihak terkait untuk memastikan korban mendapatkan keadilan dan perlindungan yang layak, serta memastikan pelaku diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Kelvin turut mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan, untuk bersama-sama mengawal proses penanganan kasus ini hingga tuntas.

Ia menegaskan, peristiwa tersebut harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk membenahi sistem perlindungan di lingkungan pendidikan.

“Lingkungan pendidikan harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan perlindungan terhadap perempuan. Kekerasan terhadap siswi adalah alarm keras bahwa pembenahan tidak bisa lagi ditunda,” tutup Kelvin.