KABARDARING.ID – Kabupaten Lebong serius membidik posisi sebagai pusat industri pengolahan kopi Arabika di Provinsi Bengkulu. Tak tanggung-tanggung, Pemerintah Kabupaten Lebong menyiapkan lahan seluas 150 hektare bagi investor yang ingin membangun kebun inti sekaligus kawasan industri kopi.
Langkah ini dilakukan untuk mendorong hilirisasi komoditas kopi agar tidak lagi hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan memiliki nilai tambah melalui industri pengolahan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lebong, Dr. H. Syarifudin, M.Si, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen memberikan kemudahan investasi dengan menyiapkan lahan dan menjamin ketersediaan bahan baku.
“Jika ada investor yang ingin berinvestasi di Kabupaten Lebong, pemerintah daerah siap menyediakan lahan sekitar 150 hektare untuk pembangunan kebun inti dan kawasan industri kopi,” ujar Syarifudin.
Lebong memiliki modal besar untuk mewujudkan ambisi tersebut. Saat ini terdapat sekitar 8.100 hektare perkebunan kopi rakyat yang menjadi sumber utama produksi, ditambah sekitar 1.000 hektare lahan HGU yang dimanfaatkan untuk pengembangan kopi.
Tak hanya mengandalkan produksi lokal, Pemkab Lebong juga telah mengamankan pasokan bahan baku melalui kerja sama dengan Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong. Kedua daerah tersebut siap menyuplai kopi apabila kebutuhan industri melebihi kapasitas produksi petani di Lebong.
Di sisi lain, dua perusahaan pemegang HGU, yakni PT Indo Arabika dan PT Mangkura Jojo, juga siap menjadi pemasok kopi bagi industri pengolahan yang akan dibangun.
Keunggulan lain yang dimiliki Lebong adalah kondisi geografisnya. Berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian lebih dari 1.200 meter di atas permukaan laut, daerah ini dinilai sangat ideal untuk menghasilkan kopi Arabika berkualitas premium yang memiliki harga jual lebih tinggi dan pasar ekspor yang menjanjikan.
Dengan potensi lahan, pasokan bahan baku, serta dukungan pemerintah daerah, Lebong optimistis mampu menarik investasi besar di sektor hilirisasi kopi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat posisi Bengkulu sebagai salah satu daerah penghasil kopi Arabika unggulan di Indonesia. ***
