KABARDARING.ID – Pelayanan Bank Darah pada Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Bengkulu kembali menjadi sorotan. Sejumlah keluarga pasien mengaku kesulitan memperoleh darah untuk kebutuhan transfusi karena stok yang disebut-sebut kerap kosong, meski kegiatan donor darah rutin digelar di berbagai instansi.
Salah seorang keluarga pasien, Rafael, warga Lingkar Barat, mengaku kecewa lantaran setiap kali mengajukan permohonan darah, petugas menyampaikan bahwa stok darah tidak tersedia.
"Kami datang karena pasien membutuhkan transfusi darah secepatnya. Namun setiap kali mengajukan permohonan, jawaban yang kami terima selalu stok darah kosong. Kondisi ini tentu membuat kami bingung dan kecewa," ujar Rafael, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, hampir setiap pekan berbagai instansi pemerintah, TNI, Polri, BUMN, perusahaan swasta, organisasi kemasyarakatan hingga perguruan tinggi menggelar kegiatan donor darah yang mampu mengumpulkan puluhan bahkan ratusan kantong darah.
"Kami sering melihat berita donor darah massal. Banyak instansi menggelar kegiatan donor dan berhasil mengumpulkan puluhan hingga ratusan kantong darah. Kalau kegiatan donor terus dilakukan, mengapa saat masyarakat membutuhkan darah jawabannya selalu kosong? Darah itu sebenarnya ke mana?" katanya.
Rafael menegaskan, masyarakat tidak bermaksud menuduh atau berprasangka negatif. Namun, menurutnya, keterbukaan informasi dari PMI sangat diperlukan agar masyarakat memahami bagaimana mekanisme pengelolaan darah yang telah didonorkan.
Ia berharap PMI dapat menjelaskan secara terbuka mengenai jumlah darah yang masuk setiap hari, kebutuhan darah di rumah sakit, masa simpan masing-masing golongan darah, hingga alasan mengapa stok darah sering tidak tersedia ketika dibutuhkan pasien.
"Kami tidak ingin berspekulasi. Yang kami minta hanya keterbukaan agar masyarakat memahami mengapa stok darah sering kosong. Jangan sampai muncul berbagai dugaan di tengah masyarakat karena minimnya informasi," ujarnya.
Keluarga pasien juga meminta PMI Provinsi Bengkulu dan Unit Donor Darah PMI Kota Bengkulu melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan agar kebutuhan darah bagi pasien dapat dipenuhi secara cepat, tepat, dan transparan.
Mereka berharap adanya penyampaian informasi secara berkala mengenai kondisi stok darah sehingga masyarakat mengetahui ketersediaan setiap golongan darah dan dapat ikut berpartisipasi apabila diperlukan donor.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PMI Provinsi Bengkulu maupun Unit Donor Darah PMI Kota Bengkulu belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi stok darah, mekanisme distribusi, serta penyebab sering terjadinya kekosongan stok. Penjelasan dari PMI akan dimuat sebagai bagian dari keberimbangan informasi. ***
