KABARDARING.ID – Keberadaan pasar malam di Kota Curup mulai menuai gelombang protes dari warga. Pasalnya, lokasi hiburan rakyat tersebut dinilai semakin rawan dan diduga memicu munculnya aksi geng motor bersenjata tajam yang kini meresahkan masyarakat.
Kekhawatiran warga memuncak setelah terjadi insiden penyerangan di kawasan pasar malam. Warga meminta aparat kepolisian segera turun tangan sebelum situasi semakin tidak terkendali.
“Kami berharap polisi segera menindaklanjuti kejadian ini agar masyarakat tetap merasa aman saat berada di area pasar malam,” ujar Santiago, salah satu warga Curup.
Tak hanya warga biasa, kritik keras juga datang dari seorang tokoh agama berinisial L. Ia menilai pasar malam di Rejang Lebong kini terlalu mudah mendapat izin dan hampir selalu hadir dalam berbagai momentum kegiatan daerah.
“Sekarang Rejang Lebong sudah identik dengan pasar malam. Ada hari besar, HUT Curup, sampai kegiatan nasional pasti ada pasar malam. Bahkan tidak ada kegiatan besar pun tetap buka,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut mulai membawa dampak negatif bagi kalangan remaja. Ia menyoroti maraknya aksi geng motor, balap liar hingga remaja membawa senjata tajam yang sebelumnya jarang terjadi di wilayah itu.
“Dulu tidak ada geng motor di sini. Sekarang mulai muncul. Anak-anak remaja izin keluar rumah dengan alasan ke pasar malam, akhirnya berkumpul dan terjadi hal-hal yang meresahkan,” tegasnya.
Keluhan serupa disampaikan seorang ibu rumah tangga yang mengaku kini takut datang ke pasar malam karena situasi keamanan dianggap semakin mencekam.
“Sekarang sudah sangat rawan datang ke pasar malam. Kalau tahu ada geng motor yang mengejar orang lewat, lebih baik di rumah daripada jadi korban,” ujarnya.
Sementara itu, penyelenggara pasar malam, Iwan, belum memberikan tanggapan terkait keluhan warga. Saat dikonfirmasi di lokasi, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp juga belum mendapat respons. ***
