×

Pencarian

Peta Koalisi Pilpres 2029 Mulai Menghangat, Sejumlah Nama Besar Masuk Bursa Capres

KABARDARING.ID – Dinamika politik nasional menuju Pemilihan Presiden 2029 mulai menunjukkan geliat. Sejumlah nama tokoh nasional kini mulai masuk dalam peta koalisi dan bursa calon presiden yang diprediksi bakal meramaikan kontestasi politik mendatang.

Nama Presiden RI Prabowo Subianto masih menjadi figur paling dominan dalam berbagai simulasi survei politik nasional. Selain itu, nama Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, hingga Gibran Rakabuming Raka juga terus diperbincangkan publik sebagai kandidat potensial Pilpres 2029.

Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Adi Prayitno menilai suhu politik nasional memang mulai menghangat lebih awal pasca berakhirnya Pemilu 2024.

“Partai politik saat ini mulai membaca peluang dan memetakan kekuatan masing-masing. Walaupun Pilpres masih cukup lama, komunikasi antar elite politik sudah mulai terlihat,” ujar Adi Prayitno saat dimintai keterangan, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, dominasi Prabowo dalam sejumlah survei tidak terlepas dari posisinya sebagai presiden aktif. Namun demikian, figur lain seperti Anies dan Ganjar dinilai masih memiliki basis pemilih loyal yang cukup kuat.

“Anies masih punya ceruk pemilih perubahan, sementara Ganjar tetap kuat di kalangan nasionalis. Sedangkan Gibran memiliki faktor elektoral dari generasi muda dan efek kekuasaan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyebut pembentukan koalisi menuju 2029 kemungkinan akan lebih dinamis setelah putusan Mahkamah Konstitusi terkait penghapusan presidential threshold.

“Dengan presidential threshold tidak lagi menjadi syarat, peluang munculnya banyak pasangan calon akan semakin terbuka. Ini membuat peta koalisi jauh lebih cair,” katanya.

Di sisi lain, sejumlah partai politik juga mulai dikaitkan dengan poros-poros baru. Partai NasDem disebut berpotensi kembali menjadi kekuatan alternatif, sementara partai besar lain seperti PDIP, Gerindra, Golkar, dan PKB masih menjadi penentu utama konfigurasi politik nasional.

Pengamat menilai, meski kontestasi Pilpres 2029 masih cukup jauh, manuver politik elite dan penjajakan koalisi diperkirakan akan terus menghangat dalam dua tahun ke depan. ***