KABARDARING.ID – Polresta Bengkulu bersama Pemerintah Kota Bengkulu menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di halaman Mapolresta Bengkulu, Kamis (12/3/2026). Apel ini menjadi tanda kesiapan aparat dalam memberikan pelayanan dan pengamanan selama arus mudik serta perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Apel dipimpin Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat dan dihadiri langsung oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan sinergi antara Polri dan Pemerintah Kota Bengkulu dalam menjaga keamanan masyarakat selama masa libur Lebaran.
Dalam amanatnya, Kapolresta Bengkulu membacakan pesan Kapolri yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat saat mudik dan perayaan Idul Fitri.
Rahmad Hidayat menjelaskan, sebanyak 289 personel dilibatkan dalam Operasi Ketupat tahun ini. Dari jumlah tersebut, 139 personel berasal dari Polri, sementara sisanya merupakan personel gabungan dari TNI dan berbagai instansi pemerintah daerah.
“Apel ini untuk memastikan seluruh personel yang terlibat benar-benar siap menjalankan tugas pengamanan. Total ada 289 personel yang akan disiagakan,” ujar Rahmad.
Operasi Ketupat 2026 sendiri akan dimulai pada Jumat (13/3/2026) pukul 00.00 WIB. Seluruh personel akan langsung ditempatkan di sejumlah pos pengamanan yang telah disiapkan.
Polresta Bengkulu mendirikan empat pos pelayanan dan pengamanan, terdiri dari satu pos terpadu di kawasan Pantai Panjang, satu pos pelayanan di Pantai Zakat, serta dua pos pengamanan di Bandara dan pintu tol.
Selain pengamanan di lapangan, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan darurat 110 jika membutuhkan bantuan atau melaporkan gangguan keamanan.
“Layanan 110 bisa diakses gratis dari mana saja dan langsung terhubung dengan jaringan kepolisian mulai dari Polres, Polda hingga Mabes Polri. Jika masyarakat membutuhkan bantuan, silakan melapor dan akan segera kami respons,” jelasnya.
Sementara itu, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan bahwa pengamanan Idul Fitri bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan tugas bersama seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, apel tersebut menjadi bukti solidnya sinergi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bengkulu dalam memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Leading sector memang Polri, tetapi seluruh OPD seperti Dishub, Damkar, BPBD, Dinkes dan stakeholder lainnya ikut membackup. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Dedy.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga keamanan lingkungan serta memanfaatkan fasilitas layanan yang telah disiapkan pemerintah.
Selain layanan darurat 110 dari kepolisian, Pemkot Bengkulu juga menyediakan layanan panggilan darurat 112 yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. Polisi juga menyiapkan fasilitas penitipan kendaraan bagi warga yang akan mudik.
“Artinya pemerintah benar-benar hadir untuk masyarakat, terutama dalam memastikan mudik dan perayaan Lebaran berjalan aman dan nyaman,” pungkasnya. ***
