×

Pencarian

Progres 99,2 Persen, Pengendali Banjir Sungai Bengkulu Tahap I Siap Beroperasi

KABARDARING.ID – Pembangunan Pengendali Banjir Sungai Bengkulu Tahap I dipastikan siap beroperasi. Infrastruktur yang dibangun pemerintah pusat ini menjadi harapan baru masyarakat sekaligus menjawab isu mangkraknya proyek tersebut.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Bengkulu, Wiel Mushawiry Suryana, memastikan progres fisik proyek telah mencapai 99,2 persen per 3 Februari 2026 dan secara fungsional sudah siap digunakan.

“Secara fungsi, seluruh pintu air dan rumah pompa sudah siap dioperasikan. Saat ini hanya tinggal pekerjaan finishing seperti pengecatan dan pembersihan lokasi,” ujar Wiel, Minggu (16/2/2026).

Menurutnya, keterlambatan yang terjadi merupakan bagian dari dinamika pekerjaan konstruksi. Namun, pihaknya tetap bertindak tegas sesuai aturan dan kontrak.

BWS Sumatera VII memberikan perpanjangan waktu kepada penyedia jasa hingga 31 Maret 2026 selama 90 hari kalender, disertai sanksi denda sesuai ketentuan kontrak dan PMK 80 Tahun 2026 melalui mekanisme RPATA.

“Semua berjalan transparan dan sesuai koridor hukum,” tegasnya.

Proyek pengendali banjir ini dibangun menggunakan anggaran APBN sebesar Rp 85,7 miliar pada Tahap I, dengan fokus pada penguatan sistem pengendalian banjir di kawasan perkotaan Bengkulu.

Beberapa infrastruktur utama yang dibangun meliputi peninggian Jalan Irian setinggi 0,5 hingga 1,9 meter yang berfungsi sebagai tanggul, modernisasi pintu air cross drain untuk pengendalian debit air, serta pemasangan empat unit pompa untuk mempercepat pembuangan air dari kota ke Sungai Bengkulu.

“Air dari sungai kita tahan dengan tanggul agar tidak masuk ke kota, sementara air hujan di dalam kota dipompa keluar. Dengan sistem ini, kita optimis dapat mengurangi genangan hingga 208 hektare,” jelas Wiel.

Warga Kelurahan Tanjung Agung, Mardiansyah, menyambut baik pembangunan infrastruktur tersebut. Ia menyebut proyek ini menjadi harapan besar masyarakat yang selama ini hidup dalam ancaman banjir.

“Kami sangat berharap ini benar-benar bisa melindungi masyarakat. Banjir besar tahun 2019 masih menjadi trauma bagi kami,” katanya.

Proyek Pengendali Banjir di Kota Bengkulu

Meski demikian, Wiel menegaskan bahwa penanganan banjir Sungai Bengkulu tidak berhenti pada Tahap I. Berdasarkan perencanaan, total anggaran sekitar Rp 2,8 triliun dibutuhkan untuk penanganan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Ia menyoroti kondisi daerah aliran sungai (DAS) di bagian hulu yang mengalami tekanan akibat alih fungsi lahan, sehingga meningkatkan risiko banjir.

“Penanganan banjir adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan dukungan semua pihak,” pungkasnya.***