KABARDARING.ID – Penantian panjang masyarakat akhirnya terjawab. Jembatan Air Matan yang menghubungkan Desa Pasar Seluma dan Desa Rawa Indah, Kabupaten Seluma, kini resmi rampung dan siap digunakan untuk menunjang mobilitas serta pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Peresmian jembatan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, Jumat (6/2/2026). Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah desa.
“Pembangunan ini bukan sekadar membangun jembatan, tetapi membuka akses, mempercepat pelayanan, dan menghadirkan keadilan pembangunan bagi masyarakat. Pemerintah hadir agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Helmi Hasan.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan terus memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat, meskipun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai dengan regulasi dan kemampuan anggaran.
“Setiap usulan masyarakat akan kami upayakan untuk ditindaklanjuti. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam pembangunan,” katanya.
Helmi Hasan juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Jembatan ini adalah aset bersama. Mari kita jaga dan rawat. Jika ada kendala, silakan disampaikan, bahkan bisa langsung menghubungi saya,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Seluma, Teddy Rahman, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu atas terealisasinya pembangunan jembatan yang selama ini sangat dinantikan masyarakat.
“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu, khususnya Gubernur Helmi Hasan. Jembatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan akan memperlancar aktivitas ekonomi. Mari kita pelihara bersama,” ujarnya.
Rekonstruksi Jembatan Beton Air Matan yang berada di ruas Jalan Pasar Ngalam–Pasar Talo ini didanai melalui hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Tahun Anggaran 2024. Jembatan sepanjang sekitar 100 meter tersebut mulai dikerjakan pada Juli 2025 dengan total anggaran sebesar Rp16 miliar.
Jembatan baru ini menggantikan jembatan lama peninggalan era kolonial Inggris yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat abrasi laut dan tidak lagi layak digunakan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bengkulu juga menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat, antara lain alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan dari Baznas, perlengkapan olahraga, serta bantuan sosial berupa kursi roda, tongkat bantu jalan, dan alat bantu pendengaran.
Keberadaan Jembatan Air Matan diharapkan menjadi penggerak baru aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Seluma.***
