×

Pencarian

Putaran Bumi Melambat, Rotasi Sehari Lebih Dari 24 Jam?

KABAR DARING - Rotasi bumi kini kembali mencuat setelah muncul klaim bahwa durasi satu hari mendatang bisa mencapai 25 jam. Seiring temuan ilmuwan Inggris tentang perubahan tempo rotasi planet.

Rotasi Bumi merupakan gerakan berputarnya planet ini pada sumbu imajiner dari arah barat ke timur. Satu kali putaran penuh memerlukan waktu sekitar 23 jam 56 menit 4 detik, yang kemudian dibulatkan menjadi 24 jam sebagai dasar penetapan satu hari kalender.

Gerakan rotasi tersebut tidak dirasakan secara langsung oleh makhluk hidup. Gaya gravitasi Bumi menjaga semua benda tetap melekat di permukaan, sehingga perubahan kecepatan rotasi tidak menimbulkan sensasi fisik dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, rotasi memiliki peran penting dalam menentukan terjadinya siang dan malam, arah terbit dan terbenam Matahari, serta pembagian zona waktu di berbagai wilayah dunia.

Selain itu, rotasi Bumi juga memengaruhi dinamika atmosfer dan lautan melalui gaya Coriolis. Gaya ini menyebabkan pembelokan arah angin dan arus laut, yang kemudian berperan dalam pembentukan pola cuaca dan iklim global. Dengan demikian, perubahan sekecil apa pun pada rotasi tetap menjadi perhatian ilmuwan karena dampaknya terhadap sistem Bumi secara keseluruhan.

Asal Gagasan Sehari Menjadi 25 Jam

Gagasan bahwa suatu hari nanti durasi hari bisa mencapai 25 jam berasal dari pemahaman modern tentang perlambatan rotasi Bumi. Fenomena ini terutama dipengaruhi oleh gesekan pasang surut antara Bumi dan Bulan.

Tarikan gravitasi Bulan terhadap lautan menciptakan gesekan yang perlahan “menghambat” rotasi Bumi. Proses ini sangat kecil dampaknya dalam skala harian, tetapi signifikan jika dihitung dalam jutaan tahun.

Seberapa Lambat Perubahan Rotasi Bumi?

Pengukuran geofisika menunjukkan bahwa panjang hari Bumi saat ini hanya bertambah sekitar 1,7–2 milidetik per abad

Dengan laju tersebut, para ilmuwan memproyeksikan bahwa perubahan dari 24 jam menjadi sekitar 25 jam membutuhkan waktu sangat panjang, diperkirakan ratusan juta tahun ke depan.

Artinya, perubahan ini tidak berdampak pada kehidupan manusia modern.

Penelitian terbaru mengungkap Bumi pernah mengalami rotasi yang jauh lebih cepat dibanding saat ini. Ilmuwan menemukan pada suatu masa, satu hari di Bumi hanya berlangsung sekitar 19 jam, bukan 24 jam seperti yang biasa dikenal sekarang. Fenomena ini diidentifikasi berdampak langsung pada evolusi dan kemunculan kehidupan baru di planet ini.

Variasi Jangka Pendek Rotasi Bumi

Meski rata-rata satu hari adalah 24 jam, durasi harian tidak selalu identik. Rotasi Bumi dapat sedikit berubah akibat:

1. Gempa bumi besar

2. Perubahan distribusi es di kutub

3. Dinamika inti Bumi

Perubahan ini hanya berlangsung dalam skala milidetik dan tidak memengaruhi sistem waktu secara signifikan.

Isu rotasi Bumi yang disebut bakal membuat sehari menjadi 25 jam berakar pada kajian ilmiah yang valid, namun terjadi dalam rentang waktu geologis yang sangat panjang.

Bagi manusia saat ini, satu hari tetap berlangsung sekitar 24 jam, sementara perubahan rotasi Bumi tetap menjadi objek penelitian jangka panjang dalam ilmu astronomi dan geofisika.*