Antrean Solar Bikin Heboh, Pertamina Tambah Kuota untuk Bengkulu! Distribusi Naik Jadi 344 KL per Hari

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana memberikan keterangan pers di tengah antrean panjang bio solar di seluruh SPBU di Provinsi Bengkulu/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Jumat, 10 Juli 2026 | 14:50:21 WIB

KABARDARING.ID – Setelah antrean panjang Bio Solar dikeluhkan masyarakat di berbagai SPBU, akhirnya ada kabar baik bagi warga Bengkulu. PT Pertamina (Persero) bersama BPH Migas resmi menambah kuota Bio Solar subsidi untuk Provinsi Bengkulu sebesar 1.588 kiloliter (KL) pada Juli 2026.

Dengan tambahan tersebut, total kuota Bio Solar Bengkulu meningkat dari 105.658 KL menjadi 107.246 KL, sehingga penyaluran harian bertambah menjadi 344 KL per hari.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, mengatakan penambahan kuota diharapkan mampu mengurangi antrean kendaraan yang dalam beberapa pekan terakhir terjadi di sejumlah SPBU.

"Alhamdulillah ada tambahan kuota dari BPH Migas untuk Bengkulu. Total penyaluran sekarang menjadi 344 KL per hari," ujar Rico, Jumat (10/7/2026).

Rico menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina, penyebab antrean bukan karena pasokan terganggu. Menurutnya, distribusi Bio Solar tetap berjalan normal.

Ia menyebut lonjakan jumlah pengguna menjadi faktor utama. Selisih harga yang cukup jauh antara Bio Solar dan Dexlite membuat semakin banyak kendaraan, termasuk mobil pribadi, beralih menggunakan BBM bersubsidi tersebut.

"Pasokan Bio Solar tidak ada kendala. Supply tetap lancar dan SPBU di lokasi strategis juga sudah mendapat tambahan pasokan sesuai kuota dari BPH Migas," jelasnya.

Sebelumnya, antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah SPBU di Kota Bengkulu, termasuk di SPBU Kebun Tebeng. Deretan truk, mobil boks, hingga kendaraan angkutan mengular sejak pagi.

Salah seorang pengendara, Yozel (42), mengaku telah mengantre hampir dua jam. Namun saat gilirannya tiba, stok Bio Solar di SPBU justru dinyatakan habis.

Ia berharap pemerintah bersama aparat penegak hukum melakukan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi BBM subsidi, termasuk menindak dugaan penyalahgunaan oleh oknum yang diduga berulang kali mengantre untuk memperoleh Bio Solar.

Dengan adanya tambahan kuota tersebut, masyarakat berharap antrean panjang di SPBU Bengkulu dapat segera terurai sehingga distribusi BBM subsidi kembali normal dan tepat sasaran. ***

Reporter: Redaksi