Detik-Detik Bentrok Maut di Bengkulu Selatan, Pelajar 17 Tahun Meregang Nyawa

Ilustrasi/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Jumat, 10 Juli 2026 | 11:29:12 WIB

KABARDARING.ID – Peristiwa berdarah mengguncang Kabupaten Bengkulu Selatan. Seorang pelajar berusia 17 tahun, Reyfando Arifqi, warga Desa Gindo Suli, Kecamatan Bunga Mas, meninggal dunia setelah menjadi korban penusukan dalam bentrokan antarkelompok remaja di Jalan Letnan Jahidin, Kecamatan Pasar Manna, Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Korban diduga tewas setelah mengalami luka tusuk di bagian leher kanan akibat serangan senjata tajam. Meski sempat dilarikan ke RSUD Hasanuddin Damrah Manna, nyawanya tidak berhasil diselamatkan karena luka yang diderita cukup parah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika korban bersama sejumlah temannya sedang berkumpul di sebuah warung. Suasana berubah tegang setelah seorang pengendara motor melintas sambil diduga menggeber knalpot dengan suara keras.

Merasa terganggu, korban bersama rekannya sempat mengejar pengendara tersebut. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil dan mereka kembali ke lokasi semula.

Tak berselang lama, pengendara motor itu kembali datang bersama beberapa rekannya. Adu mulut pun pecah hingga berubah menjadi perkelahian.

Di tengah keributan, salah seorang dari kelompok lawan diduga mengeluarkan senjata tajam dan menusuk korban di bagian leher. Usai melakukan penusukan, pelaku bersama rekan-rekannya langsung melarikan diri, sementara korban terkapar bersimbah darah.

Kapolres Bengkulu Selatan melalui Kapolsek Kota Manna, IPTU Revi Hari, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan kasus itu kini telah ditangani oleh Satreskrim Polres Bengkulu Selatan.

> "Benar, telah terjadi peristiwa perkelahian yang mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia. Saat ini kasusnya ditangani Satreskrim Polres Bengkulu Selatan," ujar IPTU Revi Hari, Kamis (9/7/2026).

Hingga kini, polisi masih memburu pelaku yang diduga melakukan penusukan. Penyidik juga terus mendalami motif kejadian dengan memeriksa sejumlah saksi, melakukan olah TKP, serta mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap secara tuntas kasus yang merenggut nyawa pelajar tersebut. ***

Reporter: Redaksi