ESDM Bilang Stok Solar Aman, Tapi Antrean di Bengkulu Makin Mengular, Warga: Sudah Berjam-jam Tetap Tak Kebagian

ESDM Bilang Stok Solar Aman, Tapi Antrean di Bengkulu Makin Mengular, Warga: Sudah Berjam-jam Tetap Tak Kebagian/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Kamis, 09 Juli 2026 | 13:24:47 WIB

KABARDARING.ID – Di saat Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu memastikan stok Bio Solar dalam kondisi aman, fakta di lapangan justru menunjukkan hal berbeda. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU terus mengular hingga ratusan meter, membuat pengendara harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM subsidi.

Kondisi tersebut kembali terlihat di SPBU kawasan Kebun Tebeng, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, Kamis (9/7/2026). Deretan truk, mobil boks, hingga kendaraan angkutan tampak memenuhi area SPBU sejak pagi.

Salah seorang pengendara, Yozel (42), mengaku sudah menghabiskan hampir dua jam mengantre. Namun saat gilirannya tiba, Bio Solar yang ditunggu justru dinyatakan habis.

"Saya sudah antre dua jam. Pas sudah dekat pengisian, malah dibilang solar habis," keluhnya.

Menurut Yozel, antrean panjang bukan lagi kejadian sesaat. Dalam beberapa pekan terakhir, kondisi serupa hampir setiap hari terjadi di berbagai SPBU di Kota Bengkulu.

Ia bahkan menduga ada kendaraan tertentu yang berulang kali mengantre untuk memperoleh BBM subsidi.

"Kami curiga kendaraan yang antre itu-itu juga. Sopirnya saling kenal. Ini perlu ditelusuri. Sementara kami yang benar-benar membutuhkan justru kesulitan mendapatkan solar," katanya.

Di sisi lain, Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, memastikan pasokan Bio Solar ke Bengkulu dalam kondisi aman.

"Aman pak. Distribusi lancar, stok aman," ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Namun saat ditanya mengenai jumlah pasokan Bio Solar yang masuk ke Bengkulu maupun penyebab antrean panjang yang terus terjadi setiap hari, Rico belum memberikan penjelasan lebih lanjut.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pengendara lain. Mereka mengaku harus berpindah-pindah SPBU karena beberapa lokasi kehabisan stok sebelum giliran mereka tiba.

Perbedaan antara klaim stok aman dan kondisi antrean yang terus terjadi memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sejumlah warga berharap pemerintah bersama aparat terkait segera mengevaluasi sistem distribusi serta mengawasi penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. ***

Reporter: Redaksi