KABARDARING.ID - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan taringnya. Pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, mata uang Garuda dibuka menguat 32 poin ke level Rp17.814 per dolar AS, didorong sentimen positif global menyusul kabar kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Apresiasi mata uang domestik didorong oleh kabar tercapainya rancangan awal kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut berhasil menekan harga minyak mentah dunia hingga ke bawah 100 dolar AS per barel dan membuat indeks dolar AS melemah.
Prediksi pergerakan kurs harian disampaikan oleh Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, yang melihat adanya ruang penguatan bagi mata uang domestik sepanjang perdagangan hari ini.
"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat dengan kisaran di Rp17.800 - Rp17.860 dipengaruhi oleh faktor global adanya kesepakatan gencatan senjata baru selama 60 hari antara AS dan Iran menekan harga minyak di bawah US$100 dan index dollar yang menjinak," ucap Rully Nova, Analis Bank Woori Saudara.
Meskipun perdagangan luar negeri mendapat angin segar dari pembukaan Selat Hormuz dan komitmen nuklir Iran, kebijakan fiskal dalam negeri dinilai masih membayangi pergerakan rupiah. Pemerintah saat ini dihadapkan pada tantangan menjaga inflasi di tengah pembiayaan program besar seperti Makan Bergizi Gratis dan koperasi desa.
"Kebijakan pemerintah belum banyak berubah dalam rencana konsolidasi fiskal yang menjamin defisit tidak melebihi 3% dari PDB (Produk Domestik Bruto), di antaranya pembiayaan pada proyek-proyek jumbo MBG (Makan Bergizi Gratis) dan koperasi desa, sementara rencana pemerintah menjaga transmisi kenaikan harga minyak dunia agar tidak merembet ke inflasi dalam bentuk kenaikan harga akan sangat berisiko," pungkas Rully Nova, Analis Bank Woori Saudara.