Jika Gempa Besar Terjadi, Ini Skenario Evakuasi di Bengkulu

Kegiatan meliputi simulasi pencarian korban tenggelam di Pantai MD Land, evakuasi korban, hingga pendirian dapur umum dan distribusi bantuan logistik di Lapangan STQ UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Sabtu (18/4/2026)/KabarDaring.ID
Penulis: Ogi Mansyah
Sabtu, 18 April 2026 | 16:18:31 WIB

KABARDARING.ID – Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana besar. Ancaman gempa bumi dan tsunami akibat megathrust tak lagi dianggap sepele, terbukti dengan digelarnya simulasi kesiapsiagaan bencana berskala besar.

Latihan ini melibatkan berbagai unsur penting, mulai dari TNI, Polri, Basarnas hingga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, turut hadir langsung meninjau jalannya simulasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Latihan Kesiapsiagaan Operasional Bencana Alam Megathrust Kogabwilhan I Tahun 2026, yang dipimpin oleh Mohamad Naudi Nurdika.

“Latihan ini bukan sekadar formalitas. Ini untuk memastikan semua pihak siap jika bencana benar-benar terjadi,” tegas Naudi.

Ia menekankan, kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Dalam situasi darurat, kecepatan dan pemahaman langkah penyelamatan bisa menjadi penentu keselamatan.

Kegiatan meliputi simulasi pencarian korban tenggelam di Pantai MD Land, evakuasi korban, hingga pendirian dapur umum dan distribusi bantuan logistik di Lapangan STQ UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Sabtu (18/4)

Simulasi yang digelar mencakup berbagai skenario, mulai dari pencarian korban di pesisir hingga evakuasi massal dan pendirian posko darurat.

Sementara itu, Herwan Antoni menegaskan bahwa Bengkulu merupakan wilayah rawan gempa dan tsunami, sehingga latihan seperti ini sangat krusial.

Kegiatan meliputi simulasi pencarian korban tenggelam di Pantai MD Land, evakuasi korban, hingga pendirian dapur umum dan distribusi bantuan logistik di Lapangan STQ UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Sabtu (18/4)

“Secara konsep kita sudah siap, tapi latihan di lapangan seperti ini yang benar-benar menguji kesiapan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan meliputi simulasi pencarian korban tenggelam di Pantai MD Land, evakuasi korban, hingga pendirian dapur umum dan distribusi bantuan logistik.

Latihan dipusatkan di Lapangan STQ UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Sabtu (18/4), dan menjadi peringatan serius bahwa ancaman megathrust bisa terjadi kapan saja. ***

Reporter: Ogi Mansyah