Proyek Diduga Fiktif & Mark Up di IAIN Curup Disorot, PPK Bungkam Detail: “Sesuai Aturan”
KABARDARING.ID – Dugaan proyek fiktif hingga mark up anggaran di lingkungan IAIN Curup mulai mencuat dan memantik perhatian publik. Sejumlah kegiatan pengadaan barang dan jasa disebut menyimpan kejanggalan.
Penelusuran awak media mengungkap beberapa item yang dipertanyakan, mulai dari pematangan lahan, sewa dan pengadaan kendaraan, pengadaan sarana Program Studi Ilmu Falak, hingga proyek smart classroom dan pengadaan perangkat teknologi informasi.
Tak hanya itu, jasa cleaning service juga ikut disorot lantaran nilai kontraknya dinilai tidak proporsional.
Saat dikonfirmasi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) IAIN Curup, Teo, tidak menjelaskan secara rinci dugaan tersebut. Ia meminta agar pertanyaan diajukan melalui mekanisme resmi.
“Silakan bersurat ke satuan kerja melalui PPID,” ujarnya singkat, Selasa (15/4/2026).
Meski enggan membeberkan detail, Teo tetap menegaskan bahwa seluruh kegiatan telah berjalan sesuai aturan.
“Semua kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.
Dari Lahan hingga IT, Semua Jadi Sorotan
Sejumlah proyek kini menjadi perhatian. Pada pematangan lahan, muncul dugaan ketidaksesuaian antara volume pekerjaan dan realisasi di lapangan.
Sementara pada pengadaan kendaraan, diduga terjadi tumpang tindih skema. Di sisi lain, pengadaan sarana Prodi Ilmu Falak disebut memiliki nilai yang dinilai tidak wajar.
Sorotan juga mengarah pada proyek smart classroom dan pengadaan IT, yang diduga memiliki kesamaan data meski menggunakan nomenklatur berbeda.
Transparansi Dipertanyakan
Hingga kini, pihak IAIN Curup belum membuka dokumen pendukung maupun rincian kontrak kepada publik.
Padahal, berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008, badan publik wajib memberikan akses informasi sebagai bentuk transparansi.
Awak media berencana mengajukan permohonan resmi melalui PPID untuk mengurai dugaan tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut penggunaan anggaran negara di lembaga pendidikan. Publik kini menunggu, apakah dugaan ini akan terjawab atau justru membuka fakta baru yang lebih besar. ***