BRIN Ungkap Fakta: “Bola Api” di Langit Sumatera Ternyata Sampah Roket China

BRIN Ungkap Fakta: “Bola Api” di Langit Sumatera Ternyata Sampah Roket China/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Minggu, 05 April 2026 | 16:04:42 WIB

KABARDARING.ID – Misteri benda bercahaya yang melintas dan terpecah di langit Sumatera akhirnya terjawab. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan fenomena tersebut bukan meteor, melainkan sampah antariksa dari roket China.

Fenomena yang terjadi pada Sabtu malam (4/4/2026) itu sempat menghebohkan warga di berbagai wilayah, mulai dari Bengkulu, Lampung, hingga Sumatera Selatan, Sumatera Barat, dan Jambi. Video amatir yang beredar luas memperlihatkan objek terang meluncur cepat dengan ekor panjang sebelum pecah menjadi beberapa bagian.

Profesor astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa objek tersebut merupakan serpihan bekas roket China jenis Long March 3B (CZ-3B).

“Itu adalah pecahan sampah antariksa yang masuk kembali ke atmosfer bumi,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, roket tersebut sebelumnya terdeteksi melintas dari arah India menuju Samudera Hindia. Data pelacakan global, termasuk dari Space-Track, menunjukkan objek itu mengalami penurunan orbit hingga akhirnya masuk ke lapisan atmosfer bumi.

Saat ketinggian turun di bawah sekitar 120 kilometer, gesekan dengan atmosfer menyebabkan suhu meningkat drastis. Material logam pun berpijar dan tampak seperti bola api dari permukaan bumi.

Proses inilah yang membuat objek terlihat spektakuler—meluncur dengan cahaya terang, lalu pecah menjadi serpihan-serpihan yang berpencar di langit malam.

Fenomena tersebut, lanjut Thomas, merupakan hal yang wajar ketika benda buatan manusia kembali ke bumi tanpa perlindungan panas seperti kapsul antariksa.

Ia juga menegaskan bahwa peristiwa ini berbeda dengan meteor alami. Sampah antariksa umumnya bergerak lebih lambat karena sudah mengalami perlambatan saat berada di orbit rendah.

Penjelasan resmi ini sekaligus meredam berbagai spekulasi yang sempat berkembang di masyarakat, mulai dari dugaan meteor besar hingga teori non-ilmiah.

BRIN mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Fenomena serupa masih mungkin terjadi di masa mendatang, mengingat banyaknya objek buatan manusia yang mengorbit dan sewaktu-waktu dapat kembali memasuki atmosfer bumi. ***

Reporter: Redaksi