Spa di Mega Mall Bengkulu Mendadak Dirazia, 8 Terapis Jalani Tes HIV, Ini Hasilnya

Delapan terapis wanita Spa Cumi-cumi di kawasan Mega Mall Bengkulu Jumat (13/2/2026) menjalani skrining HIV/AIDS melalui tes cepat yang dilakukan tim Dinas Kesehatan Kota Bengkulu/Kabardaring
Penulis: Redaksi
Sabtu, 14 Februari 2026 | 09:48:36 WIB

KABARDARING.ID – Suasana Spa Cumi-cumi di kawasan Mega Mall Bengkulu mendadak tegang, Jumat (13/2/2026). Delapan terapis wanita yang sedang berada di lokasi langsung menjalani skrining HIV/AIDS melalui tes cepat yang dilakukan tim Dinas Kesehatan Kota Bengkulu.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Pemerintah Kota Bengkulu sedang meningkatkan pengawasan setelah angka kasus HIV/AIDS di daerah ini menunjukkan tren mengkhawatirkan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, memimpin langsung kegiatan tersebut, didampingi Staf Ahli Wali Kota Eddy Apriyanto, Kasat Pol PP Sahat Marulitua Situmorang, serta petugas dari DPMPTSP.

Satu per satu terapis menjalani tes cepat di lokasi. Hasilnya bisa diketahui dalam waktu singkat—dan kabar baiknya, seluruh terapis dinyatakan negatif HIV.

“Kondisi semuanya yang sudah diskrining Alhamdulillah sehat dan baik. Tidak ada yang terkena HIV,” tegas Nelli.

Delapan terapis wanita Spa Cumi-cumi di kawasan Mega Mall Bengkulu Jumat (13/2/2026) menjalani skrining HIV/AIDS melalui tes cepat yang dilakukan tim Dinas Kesehatan Kota Bengkulu

Selain skrining kesehatan, petugas juga memeriksa legalitas usaha spa tersebut. Hasilnya, izin usaha dinyatakan lengkap dan masih aktif sebagai usaha pijat kesehatan.

Di balik hasil negatif tersebut, fakta yang diungkap Dinas Kesehatan justru mengejutkan. Hingga Februari 2026, jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Bengkulu telah mencapai 1.213 orang.

Bahkan, hanya dalam dua bulan terakhir, tercatat 13 kasus baru—10 kasus pada Januari dan 3 kasus tambahan pada Februari.

“Kita terus lakukan skrining sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan. Kasus HIV di Kota Bengkulu memang perlu perhatian khusus,” jelas Nelli.

Tak berhenti di spa, tim gabungan bergerak ke lantai dua Pasar Minggu yang kini menjadi tempat tinggal sejumlah gelandangan dan pengemis (gepeng). Beberapa orang, termasuk seorang perempuan hamil, juga menjalani tes HIV.

Kasat Pol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melindungi masyarakat.

“Kami ingin memastikan aktivitas usaha sesuai izin dan sekaligus merespons meningkatnya angka HIV. Ini bentuk pengawasan dan pencegahan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Bengkulu memastikan kegiatan skrining akan terus dilakukan secara berkala, terutama di lokasi-lokasi yang dianggap rentan.

Langkah ini diambil untuk menekan penyebaran HIV sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan kesehatan maksimal.

Pemkot juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesehatan keluarga, dan tidak ragu memeriksakan diri demi mencegah penyebaran HIV/AIDS di Kota Bengkulu.

Reporter: Redaksi