×

Pencarian

Terungkap! Ini Alasan Manusia Hampir Tak Pernah Ingat Masa Bayi, Penelitian Terbaru Bongkar Rahasianya

KABARDARING.ID – Pernah bertanya-tanya mengapa hampir semua orang tidak bisa mengingat kejadian saat masih bayi? Misteri yang selama puluhan tahun membingungkan ilmuwan kini mulai menemukan jawabannya.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications mengungkap bahwa penyebabnya bukan karena bayi tidak mampu membentuk ingatan, melainkan karena cara kerja otaknya masih sangat berbeda dibandingkan orang dewasa.

Tim peneliti menyoroti bagian otak bernama hipokampus, khususnya wilayah Cornu Ammonis 3 (CA3) yang berperan penting dalam pembentukan dan penyimpanan memori.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak bayi sebenarnya dipenuhi jaringan saraf yang sangat padat. Kondisi ini membuat neuron sangat mudah aktif sehingga berbagai pengalaman tercampur satu sama lain dan sulit disimpan sebagai kenangan yang spesifik.

Seiring bertambahnya usia, otak melakukan proses pruning atau pemangkasan koneksi saraf. Jaringan yang semula sangat padat berubah menjadi lebih rapi dan terorganisasi, sehingga otak mampu menyimpan ingatan dengan lebih jelas dan bertahan lama.

Temuan ini sekaligus membantah anggapan lama bahwa otak bayi lahir sebagai "tabula rasa" atau lembaran kosong.

"Kami menemukan sistem ini bukan dimulai sebagai tabula rasa, melainkan sebagai tabula plena atau lembaran yang sudah penuh, lalu perlahan menjadi lebih spesifik," ujar ahli saraf Peter Jonas dari Institute of Science and Technology Austria.

Peneliti menjelaskan, pada masa bayi satu sinyal saja sudah cukup untuk mengaktifkan neuron. Akibatnya, banyak pengalaman menghasilkan pola aktivitas yang saling bertumpuk sehingga otak kesulitan membedakan satu memori dengan memori lainnya.

Sebaliknya, ketika otak telah matang, neuron membutuhkan beberapa sinyal sekaligus untuk aktif. Hal ini membuat setiap pengalaman tersimpan sebagai memori yang lebih jelas, spesifik, dan lebih mudah diingat hingga dewasa.

Temuan tersebut memberikan penjelasan ilmiah mengapa manusia hanya menyimpan sedikit, bahkan hampir tidak memiliki, kenangan dari masa-masa awal kehidupannya meski otak bayi sebenarnya sangat aktif dalam memproses berbagai pengalaman. ***