×

Pencarian

"Indonesia Bangkrut!" Ribuan Mahasiswa Kepung Jakarta, Desak Prabowo Akui Kesalahan dan Hentikan Program MBG

KABARDARING.ID – Gelombang protes mahasiswa kembali mengguncang Jakarta. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam aksi bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut" turun ke jalan pada Jumat (12/6), membawa sederet tuntutan keras kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sedikitnya 700 mahasiswa yang dimotori BEM Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi besar-besaran dengan menyerukan lima tuntutan utama. Mereka mendesak pemerintah menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih, menolak militerisme di ranah sipil, hingga meminta Presiden Prabowo mengakui kesalahan pemerintahannya.

Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, menilai kebijakan fiskal pemerintah saat ini telah melenceng dari kepentingan rakyat. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah program MBG yang dinilai membebani anggaran negara.

"Anggaran besar justru dialokasikan untuk proyek-proyek yang tidak menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Dana itu seharusnya digunakan untuk pendidikan dan kesehatan gratis yang berkeadilan," tegas Athof dalam konferensi pers.

Mahasiswa juga menyoroti tingginya harga kebutuhan pokok dan BBM yang dianggap sebagai dampak dari salah sasaran penggunaan APBN. Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Jundi Al Muhandis, menyebut pemerintah harus berani mengakui adanya kesalahan dalam pengelolaan anggaran negara.

"Akui dulu ada kesalahan dan misalokasi sumber daya. Setelah itu baru diperbaiki secara bertahap," ujarnya.

Tak hanya soal ekonomi, mahasiswa juga menyoroti semakin kuatnya peran aparat dalam ruang sipil. Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, menilai revisi UU Polri berpotensi mempersempit ruang kebebasan masyarakat.

"Ini bukan hanya soal lapangan kerja. Ini tentang ruang sipil yang semakin terancam oleh mereka yang memiliki kekuasaan lebih besar," katanya.

Namun aksi tersebut tidak berjalan mulus. Massa mengaku beberapa kali dihadang aparat kepolisian dan TNI saat berupaya menuju Bundaran HI yang menjadi titik aksi utama.

Blokade pertama terjadi di kawasan Semanggi, disusul penghadangan berikutnya di Jalan Sudirman hingga Tosari. Aparat disebut menutup akses menggunakan barrier, water barrier, hingga kendaraan taktis.

Situasi sempat memanas ketika mahasiswa berusaha meminta akses jalan dibuka. Massa mengklaim tidak mendapatkan penjelasan dari aparat terkait alasan penutupan jalur tersebut.

Padahal, menurut Athof, pihaknya telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada kepolisian bahwa aksi akan dipusatkan di Bundaran HI.

"Kami sudah mengirim surat resmi. Tapi akhirnya dipaksa bergerak ke DPR karena akses ditutup," ujarnya.

Mahasiswa juga menuding aparat menghalangi mereka saat hendak menunaikan salat Jumat di tengah perjalanan menuju lokasi aksi.

Hingga malam hari, massa belum berhasil mencapai Bundaran HI. Meski demikian, para demonstran tetap bertahan dan terus menyuarakan tuntutan mereka melalui orasi secara bergantian.

Tagar #MenujuIndonesiaBangkrut yang menjadi simbol gerakan tersebut pun ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi perhatian publik nasional. ***