KABARDARING.ID – Peta politik nasional mulai memanas. Mantan Presiden RI Joko Widodo dikabarkan bakal kembali turun langsung menyapa masyarakat lewat agenda safari keliling Indonesia bersama relawan dan jaringan politik pendukungnya.
Isu tersebut mencuat usai Ketua Harian PSI Ahmad Ali bertemu langsung dengan Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026). Dalam pertemuan tertutup itu, keduanya disebut membahas perkembangan politik nasional hingga arah konsolidasi politik ke depan.
Ahmad Ali mengungkapkan, kader PSI di berbagai daerah siap menyambut kedatangan Jokowi apabila agenda safari nasional tersebut benar-benar terlaksana.
“Kalau beliau turun, Insyaallah setiap daerah yang dikunjungi pasti akan disambut kader PSI,” ujar Ahmad Ali.
Meski belum ada jadwal resmi, manuver politik Jokowi mulai dibaca sebagai sinyal kuat bahwa pengaruh mantan presiden dua periode itu belum benar-benar selesai di panggung nasional.
Bahkan, agenda keliling Indonesia ini disebut-sebut bakal menjadi momentum konsolidasi kekuatan politik akar rumput menjelang pertarungan politik besar berikutnya.
Tak hanya PSI, relawan Projo juga disebut ikut terlibat dalam pembahasan safari politik tersebut. Namun hingga kini, format dan tujuan akhir gerakan itu masih menjadi tanda tanya publik.
Di tengah spekulasi tersebut, kondisi kesehatan Jokowi ikut menjadi perhatian. Ahmad Ali memastikan kondisi Jokowi sudah membaik dan dalam keadaan fit setelah sempat menjalani pemulihan kesehatan.
“Kesehatannya sudah pulih, semangat beliau justru semakin kuat,” katanya.
Munculnya kembali nama Jokowi di tengah dinamika politik nasional langsung memicu berbagai spekulasi. Mulai dari upaya menjaga pengaruh politik pasca-pensiun, hingga dugaan konsolidasi kekuatan menuju Pilpres mendatang.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto sendiri pada hari yang sama tampil di DPR RI menyampaikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027.
Kehadiran Jokowi dan Prabowo dalam momentum politik yang hampir bersamaan dinilai menjadi sinyal bahwa tensi politik nasional mulai bergerak memasuki babak baru. ***
