KABARDARING.ID – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Bengkulu kembali menjadi sorotan. Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menilai harga TBS di daerah ini masih jauh tertinggal dibandingkan provinsi lain.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti rapat penetapan harga TBS, Kamis (16/4). Menurutnya, ketimpangan harga tersebut berpotensi merugikan petani sawit di Bengkulu.
“Kita kebanyakan masih di harga Rp3.100, sementara studi tiru kita di Riau bisa mencapai Rp3.800,” ungkapnya.

Perbedaan harga yang cukup mencolok ini dinilai harus segera disikapi. Mian pun meminta seluruh pihak mematuhi harga yang telah ditetapkan agar kesejahteraan petani dapat meningkat.
Tak hanya itu, ia juga mendorong adanya perubahan mekanisme penetapan harga agar dilakukan secara rutin setiap bulan.
“Atas nama Bapak Gubernur, saya minta penetapan harga TBS dilakukan paling lambat satu bulan sekali,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil rapat di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, harga TBS periode II April akhirnya disepakati sebesar Rp3.463 per kilogram.
Angka ini diharapkan bisa menjadi acuan bersama, sekaligus langkah awal untuk mengejar ketertinggalan harga dari daerah lain. ***
