KABARDARING.ID – Penyanyi pop dunia, Britney Spears, dilaporkan secara sukarela memasuki fasilitas rehabilitasi untuk mengatasi penyalahgunaan narkoba dan kecanduan alkohol.
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh perwakilan Spears pada Ahad, 12 April 2026. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya ia tersandung kasus hukum akibat dugaan mengemudi dalam keadaan mabuk atau Driving Under the Influence (DUI).
Sebelumnya, Spears ditangkap pada 4 Maret 2026 di Ventura, California. Ia sempat dicurigai mengemudi dalam kondisi mabuk, namun dibebaskan keesokan harinya. Meski demikian, Spears dijadwalkan menjalani sidang pada 4 Mei 2026 di Pengadilan Tinggi Ventura County.
Dalam pernyataan resminya, perwakilan Spears menyebut insiden tersebut sebagai hal yang tidak dapat dimaafkan. Mereka juga menegaskan bahwa sang penyanyi akan mengambil langkah yang tepat dengan mematuhi proses hukum yang berlaku.
“Ini diharapkan menjadi langkah awal dari perubahan besar dalam hidup Britney. Kami berharap ia mendapatkan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan di masa sulit ini,” demikian pernyataan tersebut.
Di tengah situasi tersebut, Spears mendapat dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat, termasuk kedua putranya, Sean Preston dan Jayden James, dari pernikahannya dengan Kevin Federline.
Dukungan juga datang dari mantan suaminya yang lain, Sam Asghari, yang berharap Spears dapat segera pulih dan melewati masa sulitnya.
Bukan Kali Pertama
Kasus ini bukan pertama kalinya Spears berurusan dengan hukum. Pada 2007, ia pernah terlibat insiden tabrak lari di Los Angeles dan sempat menghadapi tuduhan mengemudi tanpa SIM yang sah, meski akhirnya perkara tersebut dibatalkan.
Terlepas dari berbagai persoalan hukum yang pernah dihadapinya, Spears tetap menjadi salah satu ikon musik pop dunia. Baru-baru ini, ia juga dikabarkan menjual katalog lagu dan hak cipta kepada perusahaan musik Primary Wave.
Spears bahkan sempat menyatakan melalui media sosial bahwa dirinya tidak akan tampil lagi di Amerika Serikat karena alasan pribadi.
Langkah rehabilitasi ini diharapkan menjadi titik balik bagi perjalanan hidup dan karier Britney Spears ke depan. ***
