×

Pencarian

Ribuan KK Terdampak di 5 Daerah, Ini Perkembangan Kejadian Bencana Bengkulu

KABARDARING.ID – Cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Bengkulu memicu bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang sejak Minggu (5/4/2026) menyebabkan ribuan warga terdampak.

Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu yang diperbarui pada 8 April 2026 pukul 15.00 WIB, sedikitnya lima daerah terdampak cukup parah, yakni Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, Seluma, Kepahiang, dan Lebong.

Kota Bengkulu Paling Terdampak

Di Kota Bengkulu, banjir terjadi di 9 kecamatan dan 21 kelurahan. Total ratusan kepala keluarga (KK) terdampak, dengan wilayah seperti Singaran Pati, Muara Bangkahulu, dan Ratu Agung menjadi titik paling parah.

Bengkulu Tengah & Seluma Ikut Terendam

Di Bengkulu Tengah, banjir merendam sejumlah desa di Kecamatan Talang Empat, Karang Tinggi, hingga Pondok Kubang dengan ratusan KK terdampak.

Sementara di Kabupaten Seluma, banjir meluas ke berbagai kecamatan seperti Seluma Utara, Talo, hingga Semidang Alas Maras. Puluhan desa dilaporkan terendam air.

Kepahiang Dilanda Banjir dan Longsor

Tak hanya banjir, longsor juga terjadi di Kabupaten Kepahiang, tepatnya di Kelurahan Pasar Sejantung. Selain itu, lahan pertanian warga seperti cabai dan sawah turut terdampak.

Lebong Catat Ribuan KK Terdampak

Kabupaten Lebong menjadi salah satu wilayah dengan jumlah terdampak terbesar, mencapai ribuan KK yang tersebar di berbagai kecamatan seperti Lebong Utara, Amen, hingga Lebong Tengah.

BPBD Lakukan Penanganan Darurat

Sejumlah langkah telah dilakukan BPBD bersama tim gabungan, antara lain Pemantauan lokasi terdampak, Kaji cepat bencana, Pendirian dapur umum dan posko, dan Penyaluran bantuan logistik.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Warga di daerah rawan banjir dan longsor diminta segera melapor jika terjadi kondisi darurat demi penanganan cepat. ***