KABARDARING.ID – Kasus dugaan pesta narkoba yang menyeret oknum anggota DPRD Kota Bengkulu kini berubah menjadi misteri yang membingungkan publik. Setelah sebelumnya beredar kabar penangkapan di Tol Bengkulu–Taba Penanjung, dua institusi penegak hukum justru kompak membantah keterlibatan.
BNNP Bengkulu memastikan tidak pernah melakukan penindakan sebagaimana yang ramai diberitakan. Kabid Pemberantasan, Alexander S. Soeki, menegaskan pihaknya tidak memiliki kaitan dengan peristiwa tersebut.
“Tidak ada kegiatan dari kami terkait informasi itu,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Bantahan tegas juga datang dari Polda Bengkulu. Kasubdit II Ditresnarkoba, Kompol Rahmat Hadi, memastikan tidak ada penangkapan terhadap oknum legislator seperti yang beredar luas.
“Kami pastikan itu tidak benar. Tidak ada personel kami yang mengamankan anggota DPRD Kota Bengkulu,” tegasnya dikutip Bengkulutoday.com, pada Senin (23/3/2026).
Ia juga menepis isu adanya praktik “86” atau upaya pengondisian kasus. Menurutnya, penanganan perkara narkotika dilakukan secara profesional tanpa kompromi.
“Tidak ada ruang untuk itu. Semua sesuai aturan,” ujarnya.
Namun di tengah bantahan tersebut, fakta di lapangan justru memunculkan kejanggalan. Sejumlah aparat mengakui adanya aktivitas penindakan dan penggeledahan di sekitar pintu Tol Bengkulu–Taba Penanjung pada Kamis (19/3/2026).
Di sisi lain, informasi yang beredar sebelumnya menyebutkan oknum DPRD tersebut sempat diamankan dan bahkan dibawa ke kantor BNN Provinsi Bengkulu untuk diperiksa.
Kontradiksi ini memunculkan pertanyaan besar: jika bukan BNNP dan bukan Polda, lalu siapa yang melakukan penindakan?
Minimnya penjelasan resmi terkait kronologi kejadian, status hukum pihak yang diduga diamankan, hingga hasil pemeriksaan, semakin memperkeruh situasi. Publik kini dihadapkan pada simpang siur informasi yang belum terjawab.
Desakan pun menguat agar aparat penegak hukum membuka secara terang benderang apa yang sebenarnya terjadi. Transparansi dinilai menjadi kunci untuk mengakhiri spekulasi sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Jika tidak segera dijelaskan, bukan tidak mungkin isu ini akan berkembang liar dan menimbulkan kecurigaan lebih luas di tengah masyarakat.
Sampai berita ini diturunkan, konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait masih terus dilakukan. ***
