×

Pencarian

BNPB Ikuti Pemantauan Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak

KABARDARING.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengikuti kegiatan pemantauan arus mudik Idul Fitri 2026 yang dipimpin oleh Pratikno bersama sejumlah menteri terkait, Agus Subiyanto, serta Listyo Sigit Prabowo. Kegiatan tersebut berlangsung di Pelabuhan Merak pada Jumat (13/3).

Dalam kegiatan tersebut, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati hadir mewakili Kepala BNPB yang sedang melakukan kunjungan kerja di Aceh.

Kegiatan diawali dengan peninjauan langsung ke dalam kapal yang akan melakukan penyeberangan menuju Pelabuhan Bakauheni. Setelah itu dilanjutkan dengan rapat koordinasi antara pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan guna membahas kesiapan pelayanan serta sarana dan prasarana di Pelabuhan Merak.

Kegiatan pemantauan arus mudik Idul Fitri 2026

Pemantauan ini dilakukan mengingat sebagian masyarakat sudah mulai menjalani libur panjang dan melakukan perjalanan mudik menuju Pulau Sumatra melalui jalur penyeberangan Merak–Bakauheni.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi tersebut, Pelabuhan Merak dinyatakan siap melayani masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik pada periode Idul Fitri 2026. Pihak pengelola pelabuhan disebut telah mempersiapkan berbagai kebutuhan layanan, sementara pemerintah pusat dan daerah juga memberikan dukungan baik dari sisi personel maupun peralatan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para pemudik.

Pemantauan arus mudik Idul Fitri 2026

Dalam menghadapi potensi risiko bencana selama periode mudik, BNPB juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya dengan mengedarkan surat edaran kepada para gubernur, bupati, dan wali kota terkait kesiapsiagaan bencana selama periode mudik dan Lebaran 2026.

Selain itu, BNPB juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di berbagai wilayah untuk menyiapkan personel serta peralatan, khususnya di daerah yang memiliki potensi rawan bencana.

BNPB juga akan menerjunkan tim di setiap provinsi yang diprediksi mengalami mobilitas masyarakat tinggi selama arus mudik. Bahkan, jika diperlukan, BNPB siap melakukan operasi modifikasi cuaca untuk meminimalkan potensi bencana hidrometeorologi.

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan mudik dengan baik. Ia menekankan pentingnya memastikan kondisi kesehatan pemudik maupun kendaraan yang digunakan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan.

Selain itu, masyarakat juga disarankan mengunduh aplikasi InaRISK BNPB untuk mengetahui potensi ancaman bencana di wilayah yang akan dilalui maupun menjadi tujuan perjalanan.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat juga dapat mengakses fitur peta jalur mudik aman bencana yang disediakan BNPB sebagai panduan bagi pemudik agar dapat mempersiapkan perjalanan dengan lebih aman.

BNPB bersama BPBD juga akan bersiaga di sejumlah posko mudik gabungan di berbagai daerah. Posko tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat koordinasi penanganan bencana, tetapi juga dapat dimanfaatkan pemudik sebagai tempat beristirahat selama perjalanan.