×

Pencarian

Angin Puting Beliung Terjang Lebong Selatan, Pohon Tumbang Sempat Lumpuhkan Lalu Lintas

KABARDARING.ID – Hujan deras disertai angin kencang yang diduga angin puting beliung menerjang wilayah Desa Kota Donok, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, Jumat (13/3/2026) sore.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.30 hingga 16.00 WIB itu mengakibatkan sejumlah kerusakan, termasuk robohnya pondok wisata yang digunakan masyarakat untuk berjualan serta tumbangnya beberapa pohon di sekitar lokasi.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebong, Syaprul melalui Sekretaris, Tantawi mengatakan, angin kencang disertai hujan badai menyebabkan pohon karet tumbang hingga menutup badan jalan utama Curup–Muara Aman.

“Akibat kejadian tersebut, lalu lintas di jalur Curup–Muara Aman sempat lumpuh total karena pohon tumbang menutup jalan,” ujar Tantawi, Jum'at (13/3/2026) malam.

Tampak pondok di sekitar jalan rusak

Selain itu, satu tiang listrik juga dilaporkan patah dan roboh ke jalan setelah tertimpa pohon tumbang sehingga sempat mengganggu jaringan listrik di kawasan tersebut.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lebong bersama sejumlah pihak langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan membersihkan material yang menghalangi jalan.

“Petugas bersama masyarakat melakukan evakuasi serta pembersihan pohon tumbang agar akses jalan kembali bisa dilalui kendaraan,” jelas Tantawi.

Tantawi saat menyingkirkan pohon

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp8 juta akibat kerusakan fasilitas pondok wisata milik warga.

Upaya penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, antara lain TRC BPBD Lebong, pihak PLN, TNI, Camat Lebong Selatan, Pemerintah Desa Kota Donok, serta tokoh masyarakat setempat.

Setelah proses evakuasi selesai dilakukan, arus lalu lintas di jalur Curup–Muara Aman dilaporkan sudah kembali normal. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. ***