×

Pencarian

Isyana Sarasvati Diterpa Isu Satanisme, Suami Beri Klarifikasi

KABARDARING.ID – Penyanyi dan musisi Isyana Sarasvati menjadi sorotan setelah muncul spekulasi di media sosial yang menuding dirinya terlibat praktik satanisme. Isu tersebut beredar luas setelah sejumlah warganet menafsirkan simbolisme dalam lagu “Babel” serta bab “Abadhi” dari album terbarunya, Ekletiko.

Perbincangan ini pertama kali ramai di platform Threads, ketika seorang pengguna mempertanyakan makna di balik karya Isyana dengan menulis, “Isyana srsvati ini join sekte ga sih?” Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai reaksi dari warganet. Sebagian menilai tudingan tersebut sebagai spekulasi berlebihan, sementara lainnya justru mengaitkan karya Isyana dengan teori konspirasi tertentu.

Menanggapi isu yang berkembang, suami Isyana, Rayhan Maditra Indrayanto, akhirnya angkat bicara. Melalui unggahannya di Threads pada Kamis (5/3/2026), Rayhan menyampaikan pandangannya tentang bagaimana sebuah karya seni kerap disalahartikan.

“Ujian besar bagi seorang musisi ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda. Sering kali asumsi datang lebih cepat daripada keinginan untuk memahami,” tulis Rayhan dalam unggahannya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat lebih bijak dalam menyikapi berbagai isu yang beredar, terlebih saat ini umat Muslim sedang menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.

“Semoga Tuhan melindungi kita semua dari segala bentuk fitnah di bulan suci ini. Amin,” tulisnya. Pesan tersebut kemudian dibagikan ulang oleh Isyana melalui fitur Instagram Story di akun media sosialnya.

Konsep Album Ekletiko

Album Ekletiko yang dirilis pada Mei 2025 merupakan karya yang dibuat untuk merayakan usia ke-32 Isyana. Dalam album ini, ia mengeksplorasi berbagai sisi musikalitas dan kepribadiannya.

Album tersebut dibagi menjadi empat bagian utama, yakni Lunora, Mamiu, Cecilia, dan Abadhi. Setiap bagian merepresentasikan sisi karakter dan perjalanan emosional sang musisi.

Isyana sebelumnya menjelaskan bahwa album ini menjadi simbol kebebasan berekspresi dalam bermusik. Ia tidak ingin terikat oleh batasan teori musik maupun genre tertentu.

Makna “Abadhi”

Bab “Abadhi” menjadi bagian penutup dari album tersebut. Dalam penjelasan yang dibagikan oleh label Redrose Records pada Januari 2026, konsep ini menggambarkan fase penerimaan terhadap berbagai pengalaman hidup, baik suka maupun duka.

Konsep tersebut menekankan bahwa kehidupan tidak hanya terdiri dari hitam dan putih, tetapi penuh dengan berbagai warna, suara, dan cerita yang membentuk perjalanan seseorang.

Fenomena Teori Konspirasi di Media Sosial

Munculnya spekulasi terhadap figur publik bukan hal baru di era media sosial. Interpretasi simbolisme dalam karya seni, lirik lagu, atau visual sering kali menimbulkan berbagai tafsir subjektif yang kemudian berkembang menjadi teori konspirasi.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih kritis dalam menyaring informasi yang beredar di internet serta tidak mudah mempercayai klaim yang belum memiliki dasar fakta yang jelas.

Dengan adanya klarifikasi dari pihak keluarga, diharapkan isu yang berkembang dapat mereda dan publik dapat lebih bijak dalam menilai karya seni tanpa terburu-buru menarik kesimpulan. ***