KABARDARING.ID – Perbaikan ruas jalan Renajaya–Komering di Kabupaten Bengkulu Tengah viral di media sosial. Warga ramai-ramai mengungkapkan rasa syukur setelah puluhan tahun jalan tersebut dikenal rusak parah dan penuh lubang.
Apresiasi salah satunya datang dari akun Facebook Hariyantoni Kevin yang mengunggah kondisi terbaru jalan menuju Desa Renajaya, Kecamatan Pagar Jati hingga Desa Komering, Kecamatan Merigi Sakti, yang kini telah mulus dan nyaman dilalui.
“Alhamdulillah, jalan yang dulu rusak parah dan penuh lubang, sekarang sudah mulus dan nyaman dilalui. Terima kasih kepada Helmi Hasan dan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Jalan ini bukan hanya akses, tetapi juga menyimpan kenangan perjuangan masa sekolah kami dulu,” tulisnya.
Ia bahkan mengenang Simpang Layang Lekat sebagai titik perjuangan masa remajanya. Dahulu, ia dan teman-temannya harus menunggu truk batu bara untuk menumpang menuju Desa Arga Indah 2 demi bisa bersekolah.
“Dulu kami berdiri di Simpang Layang Lekat dengan harapan ada truk yang mau mengajak kami menumpang ke sekolah. Sekarang saya berdiri di tempat yang sama dengan rasa haru. Ini bukan sekadar jalan, ini bagian dari cerita hidup kami,” ungkapnya.
Komitmen Infrastruktur 2025
Menanggapi apresiasi masyarakat, Helmi Hasan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan.
Pada tahun 2025, Pemprov Bengkulu mengalokasikan anggaran lebih dari Rp184 miliar khusus untuk pembangunan dan perbaikan jalan di Kabupaten Bengkulu Tengah.
“Total anggaran untuk tahun 2025 di Kabupaten Bengkulu Tengah mencapai lebih dari Rp184 miliar,” ujar Helmi saat meninjau sejumlah ruas jalan.
Anggaran tersebut difokuskan pada empat ruas strategis, yakni Jalan Lubuk Sini menuju Kabupaten Bengkulu Utara, Jalan Padang Betuah menuju Kabupaten Bengkulu Utara, Jalan Tugu Hiu–Taman Hutan Raya, serta Jalan Kelindang–Susup.
Pemprov menargetkan pada 2025 kondisi jalan provinsi kategori baik di Bengkulu Tengah dapat melampaui 80 persen. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun, termasuk mematuhi aturan batas muatan kendaraan agar jalan tetap awet.
Perbaikan ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bengkulu Tengah. ***
