KABARDARING.ID – Semangat kebersamaan mewarnai kawasan Pasar Bengkulu saat ribuan warga, tokoh masyarakat, dan pejabat daerah berkumpul dalam kemeriahan Festival Yo Botoi-Botoi. Festival ini menjadi simbol kearifan lokal yang mengangkat filosofi gotong royong masyarakat nelayan di Kota Bengkulu.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa Festival Yo Botoi-Botoi bukan sekadar hiburan, melainkan cerminan budaya masyarakat pesisir yang sarat nilai kebersamaan.
“Yo botoi-botoi ini menggambarkan bagaimana kebersamaan masyarakat nelayan dalam membantu sesama mencari ikan. Ini adalah tradisi gotong royong yang melibatkan banyak orang,” ujar Dedy.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung lantaran harus mendampingi Gubernur Bengkulu ke Jakarta. Meski demikian, ia memastikan dukungan penuh Pemerintah Kota Bengkulu agar festival ini terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang lebih besar.
“Saya ingin sekali hadir, tetapi mohon maaf karena ada tugas mendampingi Pak Gubernur ke Jakarta. Saya minta diwakili oleh Wakil Wali Kota dan pejabat kota lainnya. Terima kasih kepada seluruh panitia dan nelayan,” katanya melalui pesan suara.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, mengungkapkan bahwa festival ini terselenggara berkat kolaborasi sektor swasta dan masyarakat. Seluruh pembiayaan berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) dan sponsor, tanpa menggunakan dana APBD.
“Festival ini murni hasil kolaborasi CSR dan sponsor, tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah,” jelas Nina.

Festival Yo Botoi-Botoi juga dimeriahkan berbagai perlombaan menarik yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Di antaranya tari Bukek Bersama yang ditampilkan secara kolosal, lomba hias kapal yang diikuti sekitar 80 nelayan, lomba memasak oleh ibu-ibu warga, hingga lomba mewarnai bagi anak-anak tingkat TK se-Kota Bengkulu.
Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan Festival Yo Botoi-Botoi dapat masuk dalam kalender agenda nasional di bawah naungan kementerian terkait, sebagai upaya memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata daerah.
Dengan cuaca cerah yang menyertai jalannya acara, festival ini menjadi simbol optimisme bagi kesejahteraan nelayan dan kemajuan Kota Bengkulu.
“Tujuannya satu, bagaimana Kota Bengkulu semakin maju, warganya bahagia, dan nelayannya tersenyum,” tutup Dedy. ***
