KABAR DARING – Pemerintah Provinsi Bengkulu menggeber percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat dari tingkat paling bawah. Wakil Gubernur Bengkulu Mian menegaskan, target penyelesaian program nasional ini pada 2026 bukan sekadar ambisi, melainkan kewajiban bersama.
Penegasan tersebut disampaikan Mian saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Aula Merah Putih, Rabu (21/1) pagi. Rapat ini melibatkan kekuatan sipil dan militer, mulai dari jajaran Kodam XXI/Radin Inten, Korem 041/Gamas, hingga kepala daerah kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu.
Menurut Mian, Koperasi Merah Putih bukan program simbolik, melainkan tulang punggung strategi pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan. Karena itu, pelaksanaannya harus cepat, terukur, dan bebas dari ego sektoral.
“Ini bukan sekadar program koperasi, tapi bagian dari gerakan besar Bantu Rakyat yang menjadi komitmen kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu. Sinergi Pemprov, TNI, dan pemerintah daerah adalah kunci. Tanpa kolaborasi kuat, target 2026 tidak akan tercapai,” tegas Mian.
Ia menekankan, pemerintah kabupaten dan kota wajib menyelaraskan langkah dengan jajaran TNI di wilayah masing-masing, khususnya Kodim, agar pembangunan koperasi di desa tidak tersendat oleh persoalan teknis maupun koordinasi.
“Atas nama gubernur, kami meminta seluruh kepala daerah memastikan pembangunan Koperasi Merah Putih di wilayahnya berjalan penuh dan tuntas. Tahun 2026 harus selesai, tidak boleh setengah-setengah,” ujarnya lugas.
Dari sisi TNI, Kasdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan program strategis nasional yang dirancang untuk membangkitkan ekonomi desa secara nyata, bukan sekadar proyek jangka pendek.
“Program ini dirancang untuk memperkuat ekonomi rakyat dari desa. Jika desa kuat, maka ketahanan ekonomi nasional juga akan ikut menguat,” katanya.
Berdasarkan data Kodam XXI/Radin Inten, Provinsi Bengkulu ditargetkan membangun 683 gerai Koperasi Desa Merah Putih pada termin pertama. Hingga saat ini, 476 gerai telah terealisasi, dan percepatan akan terus dilakukan untuk mengejar sisa target.
Pemprov Bengkulu menegaskan, Koperasi Merah Putih harus menjadi motor ekonomi desa yang benar-benar hidup, produktif, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan sekadar angka dalam laporan pembangunan. ***
