KABAR DARING – Pergantian pucuk pimpinan birokrasi Rejang Lebong resmi terjadi. Iwan Sumantri alias Iwan Badar dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif, Selasa (13/1/2026), di tengah sorotan publik terhadap kinerja aparatur dan tata kelola pemerintahan daerah.
Pelantikan yang dipimpin Wakil Bupati Hendri Praja itu menutup masa jabatan Elva Mardiana sebagai Penjabat Sekda, sekaligus membuka babak baru bagi birokrasi yang selama ini dinilai masih sarat persoalan klasik pelayanan lamban, koordinasi lemah, dan pengelolaan anggaran yang kerap menuai kritik.
Iwan Badar bukan figur baru di lingkar kekuasaan Bengkulu. Mantan pejabat Pemkab Kepahiang ini baru pindah ke Rejang Lebong pada 2025 dan langsung ditempatkan di posisi strategis sebagai Kabag Pembangunan sekaligus Plt Asisten II.
Kini, ia mengendalikan seluruh dapur administratif pemerintahan mulai dari perencanaan, anggaran, hingga disiplin ASN.
Selain Sekda, Pemkab juga melantik Bobby Harpa Santana sebagai Asisten I dan Titin Verayensi sebagai Asisten II. Kombinasi ini akan menjadi tulang punggung birokrasi Rejang Lebong dalam dua tahun ke depan.
Namun, pesan Wakil Bupati Hendri mengisyaratkan bahwa euforia jabatan tidak boleh menutupi realitas di lapangan.
“Jabatan bukan simbol, tapi tanggung jawab. Kinerja harus bisa dirasakan masyarakat,” tegas Hendri di hadapan pejabat yang baru dilantik.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa kepemimpinan Iwan Badar akan diukur bukan dari seremoni, melainkan dari perubahan nyata: apakah layanan publik membaik, apakah anggaran lebih transparan, dan apakah praktik birokrasi lama yang berbelit bisa dipangkas.
Dengan kursi Sekda kini di tangannya, Iwan Badar tidak hanya mewarisi struktur pemerintahan, tetapi juga tumpukan masalah yang menuntut keberanian untuk dibenahi.
Publik Rejang Lebong akan menunggu apakah ini awal reformasi birokrasi, atau sekadar rotasi elite tanpa dampak. ***
