×

Pencarian

Akses Jalan TPA Air Sebakul Rusak Parah, Sopir Sampah Terancam Krisis Kebersihan

KABAR DARING – Sebanyak 28 sopir angkutan sampah melakukan hearing di Kantor DPRD Kota Bengkulu menuntut perhatian serius pemerintah atas kondisi jalan menuju TPA Air Sebakul yang “memprihatinkan”.

Akses jalan vital tersebut kini berlobang dalam dan berlumpur saat hujan, membuat truk-truk pengangkut sampah berukuran sedang sering terjebak.

Akibatnya, proses pengangkutan sampah tersendat bahkan terhenti, sehingga layanan kebersihan di permukiman warga menjadi terganggu. Para sopir mempertanyakan, jika jalan “saja sudah tidak bisa dilalui, bagaimana sampah bisa dibuang tepat waktu”.

Para sopir sampah membawa aspirasi mereka dalam hearing di ruang rapat DPRD Kota Bengkulu. Beberapa sopir mengeluhkan jalan menuju TPA Air Sebakul yang berlubang dan licin, bahkan setelah hujan turun.

“Kami ini di lapangan yang merasakan langsung. Mobil sering terjebak, rusak, bahkan nyaris terbalik,” keluh salah seorang sopir saat menyampaikan aspirasi di DPRD.

Kondisi tersebut diperburuk oleh seringnya truk-truk besar milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melintas tanpa konstruksi jalan yang memadai. Menurut pengaduan mereka, bebannya mempercepat kerusakan badan jalan, sementara upaya perbaikan infrastruktur sejauh ini belum dilakukan secara menyeluruh.

Padahal, Kepala DLH Kota Bengkulu, Riduan, sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemadatan jalan di TPA menggunakan sisa material aspal bekas demi kelancaran operasional.

Namun para sopir menilai tindakan darurat tersebut tidak cukup. Aspal dan beton bekas cepat tenggelam ke tanah berpasir, sehingga jalan tetap licin dan berlubang setiap hujan.

“Pemadatan jalan yang ada di TPA Air Sebakul… agar lajur bongkar muat kendaraan sampah di TPA dapat selalu berjalan lancar,” klaim Riduan, namun kenyataan di lapangan membuktikan jalan tetap rusak parah karena beban truk berat.

Angkutan sampah

Karena akses terganggu, sopir mengingatkan risiko besar yang mengancam kebersihan kota. “Kelancaran akses menuju TPA merupakan kunci utama menjaga kebersihan kota,” tegas para sopir dalam hearing.

Mereka memperingatkan bahwa jika perbaikan jalan terus tertunda, maka “Risiko penumpukan sampah di berbagai sudut kota Bengkulu” akan meningkat dan memicu persoalan kesehatan lingkungan.

Seorang sopir menambahkan, “Kami hanya ingin bisa bekerja dengan aman dan lancar. Sampah ini urusan hajat hidup orang banyak. Kalau angkutannya macet, dampaknya ke seluruh kota,” menggaris bawahi potensi krisis kebersihan jika jalan tidak segera diperbaiki.

Perwakilan sopir pengangkut sampah hearing di DPRD Kota Bengkulu

Menyikapi keluhan tersebut, anggota DPRD Kota Bengkulu Irman Sawiran menegaskan bahwa legislatif akan segera bergerak.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada pelayanan kebersihan. Kami akan duduk bersama pemerintah daerah untuk merumuskan solusi agar aktivitas angkut sampah kembali lancar,” janji Irman.

Ia menyebut opsi perbaikan jalan darurat dan penataan jadwal operasional truk sampah sebagai solusi jangka pendek sementara menunggu perbaikan permanen.

Selain itu, Kasatpol PP Sahat Situmorang memastikan hearing berjalan kondusif dengan pendekatan persuasif agar aspirasi sopir tersampaikan secara optimal.

Sementara itu, perwakilan DLH dalam pertemuan mengakui bahwa kerusakan jalan memang diperparah oleh lalu lintas kendaraan berat dinas yang melewati lokasi tiap hari.

Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi Pemkot dan DLH bahwa infrastruktur pendukung layanan publik pengangkutan sampah membutuhkan perhatian dan tindakan segera agar Bengkulu tidak dihadapkan pada krisis kebersihan yang lebih besar. Semua pihak kini didesak bertindak cepat demi menghindari penumpukan sampah meluas ke pemukiman warga. ***