KABARDARING.ID – Pemkab Lampung Selatan terus bergerak cepat membangun desa berbasis wisata dan ekonomi kreatif. Melalui Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa di Negeri Baru Resort Kalianda, puluhan kepala desa, aparatur desa, Selasa (19/5/2026) hingga Pokdarwis digembleng agar mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi baru di wilayah masing-masing.
Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, itu diikuti 50 peserta yang terdiri atas kepala desa, aparatur desa, hingga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Kabupaten Lampung Selatan.
Bimtek yang berlangsung selama dua hari hingga 20 Mei 2026 tersebut difokuskan untuk mendorong pengembangan desa berbasis program unggulan daerah, yakni Pitu Vista dan Agroeduwisata, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Lampung Selatan ingin memastikan desa tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi mampu tumbuh menjadi pusat inovasi pembangunan yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Selain menjadi ruang peningkatan kapasitas, bimtek ini juga menjadi forum konsolidasi strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan desa dengan berbagai regulasi daerah, termasuk Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Selatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pemerintahan Desa serta regulasi terbaru mengenai gerakan pembangunan lingkungan desa hijau dan unggul.
Untuk memperkuat materi, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, mulai dari Dinas PMD, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, hingga narasumber tamu dari Komisi Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah yang berbagi pengalaman dan praktik baik melalui studi banding.
Menyampaikan sambutan Bupati Lampung Selatan, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menegaskan bahwa aparatur desa saat ini tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif rutin, tetapi juga harus mampu menjadi pemimpin perubahan di wilayah masing-masing.
“Aparatur desa harus mampu membaca potensi wilayah, menggerakkan masyarakat, membangun kolaborasi, serta menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat. Di sinilah pentingnya sinergi arah pembangunan daerah yang kita rumuskan melalui tujuh pilar Pitu Vista,” ujar Syaiful.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi konsep Agroeduwisata sebagai model pembangunan desa yang mengintegrasikan sektor pertanian, edukasi, dan pariwisata dalam satu ekosistem ekonomi baru.
Menurutnya, potensi lokal seperti sawah, perkebunan, hingga hasil bumi desa perlu dikemas menjadi destinasi wisata edukatif bernilai tambah, sehingga mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus menggerakkan sektor UMKM desa.
Tak hanya itu, melalui penguatan kapasitas aparatur desa, Pemkab Lampung Selatan juga mendorong implementasi program Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2026.
Program tersebut menekankan bahwa pembangunan harus dimulai dari lingkungan desa yang tertata, masyarakat yang peduli, serta aparatur yang memiliki semangat melayani secara akuntabel.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, akademisi, Pokdarwis, dan generasi muda, Pemkab Lampung Selatan berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan melahirkan langkah konkret, inovasi berkelanjutan, dan jejaring kerja yang kuat untuk mempercepat kemajuan ekonomi dari desa. ***