Tak Bisa Temui Lucky Hakim, Demonstran Ngamuk Lempar Puluhan Ular ke Pendopo

Aksi demo lempar ular di Indramayu (Foto: Istimewa)
Penulis: Redaksi
Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:33:20 WIB

KABARDARING.ID - Demo unik sekaligus mengejutkan terjadi di Pendopo Kabupaten Indramayu. Massa aksi yang kecewa karena gagal bertemu Bupati Indramayu, Lucky Hakim, meluapkan protes dengan melempar puluhan ular ke arah area penjagaan aparat.

Aksi tersebut viral di media sosial dan disebut sebagai simbol kritik terhadap gaya kepemimpinan yang dinilai lebih banyak seremonial dibanding solusi nyata bagi masyarakat.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @kualimerahputih pada Jumat, 8 Mei 2026, tampak sejumlah demonstran melemparkan puluhan ular ke area penjagaan aparat keamanan di depan kantor Bupati Indramayu.

Aksi tersebut diduga dilakukan massa yang tergabung dalam Aliansi Topi Jerami setelah kecewa karena tidak berhasil bertemu langsung dengan Bupati Indramayu, Lucky Hakim.

"Tak bisa temui Lucky Hakim, massa luapkan kekecewaan dengan lempar ular ke arah polisi," demikian tertulis dalam unggahan tersebut.

Peristiwa itu pun dengan cepat menjadi sorotan publik dan memicu beragam komentar warganet di media sosial.

Massa Bawa 'Rapor Merah' untuk Pemerintah Daerah

Berdasarkan informasi di lapangan, demonstrasi berlangsung ricuh sesaat ketika ular-ular mulai dilempar ke arah barisan petugas keamanan yang berjaga di depan pendopo.

Massa aksi disebut membawa sejumlah tuntutan dan kritik terhadap kondisi daerah, mulai dari persoalan lingkungan, pendidikan, hingga ekonomi masyarakat Indramayu.

Aksi demonstrasi tersebut berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026.

Koordinator aksi, Rakhmat Hidayat, menyebut simbol ular yang dilemparkan dalam demonstrasi itu merupakan bentuk sindiran terhadap pola kepemimpinan Lucky Hakim yang dinilai lebih menonjolkan simbol dan seremoni.

"Simbol lempar ular ini adalah bentuk kritik kami terhadap kebijakan yang selama ini terkesan hanya simbolis," ujar Rakhmat dalam orasinya.

"Masyarakat membutuhkan solusi yang benar-benar dirasakan dampaknya, bukan sekadar caper (cari perhatian) di depan kamera," lanjutnya.

Persoalan Sampah Ikut Disorot Demonstran

Dalam aksinya, massa juga menyinggung momen saat Lucky Hakim sebelumnya sempat viral karena melempar ular ke area persawahan sebagai simbol penanganan hama.

Menurut demonstran, aksi simbolik tersebut bertolak belakang dengan kondisi nyata di lapangan, terutama terkait pengelolaan lingkungan dan sampah yang dinilai masih bermasalah.

"Salah satu poin krusial yang disoroti massa adalah kegagalan pengelolaan sampah," kata Rakhmat.

Tak hanya itu, massa aksi juga mempertanyakan data dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi masyarakat sebenarnya.

"Program yang diklaim sukses di atas kertas seringkali berbanding terbalik dengan apa yang dialami warga di bawah," beber Rakhmat.

Polisi Pastikan Situasi Tetap Kondusif

Di tengah ketegangan demonstrasi, aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan untuk mengendalikan situasi di sekitar pendopo.

Puluhan ular yang dilempar massa diketahui merupakan jenis Xenochrophis vittatus atau ular kisik, serta Hypsiscopus plumbea yang dikenal sebagai ular sawah.

Meski tidak berbisa, keberadaan ular tersebut sempat membuat situasi menegang hingga aparat memberikan imbauan melalui pengeras suara.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, memastikan seluruh ular yang dilepaskan massa berhasil diamankan petugas gabungan.

"Alhamdulillah, unjuk rasa berjalan kondusif hingga selesai," ujar Tarno.

"Puluhan ular yang dilemparkan sudah langsung ditangkap dan diamankan oleh petugas," tandasnya.

Sampai berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Indramayu belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi demonstrasi yang viral tersebut.***

Reporter: Redaksi