Prabowo Reshuffle Kabinet, Tokoh Buruh Jumhur Hidayat Ditunjuk Jadi Menteri Lingkungan Hidup
KABARDARING.ID – Isu reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menjadi sorotan politik nasional setelah Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk tokoh buruh Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dalam perombakan kabinet terbaru, Senin (27/4/2026).
Langkah politik tersebut dinilai menjadi sinyal kuat pendekatan pemerintahan Prabowo terhadap kelompok pekerja dan gerakan akar rumput di tengah dinamika politik nasional yang terus berkembang.
Jumhur Hidayat yang dikenal sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dilantik menggantikan Hanif Faisol Nurofiq yang kini dipindahkan menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari reshuffle kabinet kelima sejak pemerintahan Prabowo berjalan pada Oktober 2024. Dalam reshuffle kali ini, Presiden juga melantik sejumlah pejabat strategis lainnya, termasuk Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan dan Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Penunjukan Jumhur dinilai menarik perhatian publik karena sosoknya dikenal sebagai aktivis buruh senior yang kerap vokal dalam berbagai isu ketenagakerjaan dan demokrasi sejak era reformasi. Bahkan, sejumlah pengamat menilai masuknya tokoh serikat pekerja ke lingkaran kabinet memperlihatkan upaya pemerintah memperkuat komunikasi politik dengan kelompok buruh dan masyarakat bawah.
Reuters melaporkan, perubahan posisi Menteri Lingkungan Hidup ini juga dinilai berpotensi mengubah arah kebijakan lingkungan Indonesia ke depan, terutama dalam menyeimbangkan kepentingan investasi, pekerja dan isu perlindungan lingkungan.
Sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq dikenal menangani sejumlah kasus besar terkait lingkungan hidup, termasuk gugatan terhadap perusahaan yang diduga menyebabkan kerusakan lingkungan hingga penanganan dugaan pencemaran radioaktif di kawasan industri dekat Jakarta.
Di media sosial, reshuffle kabinet ini juga ramai diperbincangkan publik. Sebagian netizen menilai langkah Prabowo sebagai strategi politik memperkuat basis dukungan akar rumput, sementara lainnya mempertanyakan efektivitas penambahan sejumlah jabatan baru dalam kabinet. ***