Pedagang Ikan Hias Cengkareng Menjerit, Pembinaan Minim dan Pasar Kian Sepi

Gedung TPHP Cengkareng, Jakarta Barat/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Sabtu, 25 April 2026 | 13:31:38 WIB

KABARDARING.ID – Kondisi Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng di Jalan Cenderawasih, Jakarta Barat, kini menjadi sorotan. Di tengah lesunya daya beli masyarakat dan makin ketatnya persaingan usaha, para pedagang ikan hias mengaku seperti berjuang sendiri tanpa dukungan pembinaan yang maksimal dari pemerintah.

Sorotan tajam diarahkan kepada Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat di bawah Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta. Para pedagang menilai fungsi pengawasan lebih dominan dibanding pendampingan nyata yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.

Padahal, instansi tersebut memiliki mandat strategis, mulai dari pengawasan, pembinaan teknis, promosi hasil perikanan, hingga penguatan kualitas komoditas perikanan melalui sertifikasi dan pengawasan kesehatan ikan.

Namun realita di lapangan dinilai jauh dari harapan.

Sejumlah pedagang mengaku masih minim mendapatkan pelatihan maupun pendampingan usaha. Mereka harus mencari sendiri cara merawat ikan, memahami pasar, hingga menarik minat pembeli yang terus menurun.

“Kami ini bukan cuma butuh diawasi, tapi juga dibina. Bagaimana cara meningkatkan kualitas ikan, cara pemasaran, sampai strategi supaya pembeli datang lagi,” ujar Bembeng, salah satu pedagang ikan hias, Sabtu (25/4/2026).

Keluhan juga datang dari Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng (APIC). Mereka berharap Sudin KPKP Jakarta Barat tidak hanya hadir saat melakukan pengawasan, tetapi benar-benar menjadi mitra aktif bagi para pelaku usaha kecil di kawasan tersebut.

Di sisi lain, kondisi fasilitas kawasan TPHP Cengkareng juga dinilai memprihatinkan. Infrastruktur yang mulai menua, area parkir yang semrawut, hingga fasilitas umum seperti toilet dan kantin yang dianggap kurang layak menjadi persoalan yang terus dikeluhkan pedagang.

Ironisnya, kawasan yang sejak awal dibangun sebagai pusat promosi hasil perikanan justru dinilai semakin kehilangan gaung. Para pedagang menilai promosi dari pemerintah nyaris tidak terasa, sehingga jumlah pengunjung terus menurun.

“TPHP ini tempat promosi hasil ikan, tapi promosi untuk menarik masyarakat datang hampir tidak terlihat. Kami berharap ada event, publikasi, atau program khusus supaya pasar ini hidup lagi,” tambah Bembeng.

Kondisi tersebut dikhawatirkan tidak hanya berdampak pada omzet pedagang, tetapi juga mengancam keberlangsungan usaha kecil sektor perikanan hias yang selama ini menjadi sumber penghidupan banyak keluarga.

Para pedagang mendesak pemerintah kota maupun provinsi segera turun tangan dengan langkah konkret, mulai dari pembinaan berkelanjutan, promosi besar-besaran, hingga revitalisasi total kawasan perdagangan ikan hias Cengkareng.

Tanpa perhatian serius dan kebijakan yang tepat sasaran, pasar ikan hias yang dulu dikenal ramai itu dikhawatirkan perlahan akan kehilangan denyut kehidupannya. ***

Reporter: Redaksi