Menag Nasaruddin Umar Lepas Satwa di Danau Dendam Tak Sudah, Pesannya Menyentuh: “Merawat Alam Bentuk Syukur kepada Tuhan”

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menghadiri kegiatan pelepasan satwa endemik di kawasan Danau Dendam Tak Sudah, Kamis (23/4)/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Jumat, 24 April 2026 | 05:21:26 WIB

KABARDARING.ID – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menghadiri kegiatan pelepasan satwa endemik di kawasan Danau Dendam Tak Sudah, Kamis (23/4). Momen ini menjadi simbol kuat komitmen menjaga kelestarian alam sekaligus bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, jajaran pejabat pemerintah, tokoh agama, hingga masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Agama ke Bengkulu yang dikenal sebagai Bumi Merah Putih. Ia juga memperkenalkan Danau Dendam Tak Sudah sebagai kawasan cagar alam yang telah ditetapkan sejak masa kolonial Belanda pada tahun 1936.

“Ini menjadi kebanggaan bagi Bengkulu karena keindahan alam Danau Dendam Tak Sudah bisa diperkenalkan langsung kepada pemerintah pusat,” ujar Dedy.

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar saat menyampaikan sambutan

Puncak acara berlangsung saat Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pesan yang menyentuh soal pentingnya menjaga ekologi sebagai bagian dari nilai spiritual dan keimanan.

“Merawat alam adalah wujud syukur kita kepada Sang Pencipta. Melepaskan burung ke alam dan menebarkan bibit ikan adalah salah satu bentuk nyata rasa syukur kita kepada Tuhan dan bumi,” tegas Nasaruddin Umar.

Usai sambutan, Menteri Agama bersama para undangan melakukan pelepasan burung ke habitat aslinya serta penebaran bibit ikan di perairan Danau Dendam Tak Sudah. Suasana berlangsung khidmat dan penuh makna, mencerminkan kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga keseimbangan ekosistem serta memperkuat kolaborasi pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam melestarikan lingkungan hidup. ***

Reporter: Redaksi