Penikaman Brutal di Bandara Maluku Tenggara, Nus Kei Meninggal Dunia

Polisi menangkap dua pria berinisial HR (28) dan FU (36) yang diduga sebagai pelaku penikaman terhadap Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei (59)/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Senin, 20 April 2026 | 12:24:07 WIB

KABARDARING.ID – Peristiwa tragis terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4), ketika Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora, menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal sesaat setelah tiba di bandara.

Korban diketahui baru saja mendarat dari Bandara Pattimura menggunakan pesawat Lion Air JT880 sekitar pukul 10.45 WIT. Setibanya di pintu keluar bandara, Nus Kei sempat berbincang dengan keluarga yang menjemputnya.

Namun situasi mendadak berubah ketika seorang pria bermasker dengan jaket merah mendekat dan menyerang korban. Nus Kei sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berjalan menuju ruang tunggu, namun akhirnya terjatuh akibat luka serius yang dialaminya.

Petugas bandara yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan, sementara pihak keluarga berupaya mengejar pelaku. Sayangnya, pelaku berhasil melarikan diri setelah sempat melakukan perlawanan.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 11.10 WIT. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawa Nus Kei tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.44 WIT akibat luka serius di beberapa bagian tubuh.

Sementara itu, aparat kepolisian bergerak cepat. Dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian, dua terduga pelaku berhasil diamankan. Keduanya masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36).

Kapolres Maluku Tenggara, Rian Suhendi, membenarkan bahwa salah satu pelaku berinisial HR diduga merupakan seorang atlet tarung bebas atau Mixed Martial Arts (MMA).

“Keduanya sudah diamankan dan saat ini masih dalam pemeriksaan intensif,” ujar pihak kepolisian.

Hingga kini, motif di balik aksi penikaman tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh aparat berwenang. ***

Reporter: Redaksi