Siaga Megathrust! Bengkulu Pasang Alarm Bahaya

Sekda Bengkulu, Herwan Antoni, dalam apel gelar pasukan Latihan Kesiapsiagaan Operasional Bencana Megathrust yang digelar Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I di kawasan MD Land Bengkulu, Jumat (17/4)/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Jumat, 17 April 2026 | 16:31:58 WIB

KABARDARING.ID — Ancaman gempa dahsyat megathrust di Bengkulu bukan lagi isu biasa. Pemerintah Provinsi Bengkulu kini bergerak cepat memperkuat sistem peringatan dini demi mengantisipasi potensi gempa berkekuatan hingga magnitudo 8,9 yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Langkah serius ini ditandai dengan kehadiran Sekda Bengkulu, Herwan Antoni, dalam apel gelar pasukan Latihan Kesiapsiagaan Operasional Bencana Megathrust yang digelar Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I di kawasan MD Land Bengkulu, Jumat (17/4).

Latihan ini bukan sekadar formalitas. Sejak awal kegiatan, ratusan personel lintas instansi langsung diuji respons cepatnya menuju titik kumpul darurat, simulasi nyata menghadapi situasi krisis jika gempa besar benar-benar terjadi.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Kunto Arief Wibowo, menegaskan latihan ini krusial untuk menyempurnakan SOP penanganan bencana agar lebih terintegrasi dan siap pakai di lapangan.

“Semua harus siap, dari perencanaan hingga peralatan. Tidak boleh ada celah saat bencana datang,” tegasnya.

Apel gelar pasukan Latihan Kesiapsiagaan Operasional Bencana Megathrust yang digelar Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I di kawasan MD Land Bengkulu, Jumat (17/4)

Sementara itu, Herwan Antoni mengungkapkan, kesiapsiagaan Bengkulu kini diperkuat lewat sistem komando terpadu lintas sektor, mulai dari tahap prabencana hingga pascabencana.

Yang paling jadi sorotan, saat ini Bengkulu baru memiliki lima sirene Early Warning System (EWS) aktif. Jumlah ini dinilai masih belum cukup, terutama untuk wilayah pesisir yang rawan terdampak langsung jika gempa megathrust memicu tsunami.

“Penambahan sirene jadi prioritas, agar masyarakat bisa mendapat peringatan lebih cepat,” ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga memperkuat jalur evakuasi serta mendorong pembentukan desa tangguh bencana, langkah penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan, tapi juga siap menyelamatkan diri. ***

Reporter: Redaksi