KABARDARING.ID – Vitamin D selama ini dikenal sebagai “vitamin andalan” untuk menjaga kesehatan tubuh. Mulai dari memperkuat tulang, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga membantu menjaga suasana hati.

Namun di balik manfaatnya, siapa sangka konsumsi vitamin D berlebihan justru bisa berdampak serius bagi kesehatan.

Vitamin D memang bisa didapat dari sinar matahari pagi, serta makanan seperti kuning telur, ikan salmon, tuna, dan sarden. Selain itu, banyak orang juga mengandalkannya dalam bentuk suplemen.

Sayangnya, tidak semua orang membutuhkan suplemen vitamin D dalam jumlah besar. Para ilmuwan bahkan mengingatkan bahwa kelebihan vitamin D bisa memicu kondisi berbahaya.

Bisa Sebabkan Penumpukan Kalsium Berbahaya

Konsumsi vitamin D secara berlebihan dapat meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh secara tidak terkendali. Kondisi ini dikenal sebagai Hiperkalsemia.

Akibatnya, kalsium bisa menumpuk di arteri dan jaringan lunak, yang berisiko memicu berbagai gangguan serius seperti batu ginjal hingga kerusakan organ.

Tak hanya itu, kondisi ini juga dapat mengganggu metabolisme tulang.

Gejala yang Sering Diabaikan

Kelebihan vitamin D sering kali tidak disadari sejak awal. Beberapa gejala yang bisa muncul antara lain:

Mual dan muntah

Sembelit

Kelemahan otot

Nyeri tulang

Mudah lelah


Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Kasus Terus Meningkat

Data di Amerika Serikat menunjukkan tren peningkatan kasus keracunan vitamin D dalam beberapa tahun terakhir.

Pada periode 2000 hingga 2014, tercatat lebih dari 25 ribu kasus. Bahkan antara 2005–2011 terjadi lonjakan hingga 1.600 persen, dengan banyak kasus melibatkan anak-anak dan remaja.

Meski jarang berujung kematian, beberapa kasus dilaporkan berdampak serius secara medis.

Berapa Batas Aman?

Mengacu pada rekomendasi dari Harvard Medical School, kebutuhan vitamin D harian umumnya berkisar antara 15–20 mcg (600–800 IU).

Sementara itu, batas atas yang dianggap aman adalah 100 mcg (4.000 IU) per hari, kecuali atas rekomendasi dokter.

Jangan Asal Konsumsi

Ahli mengingatkan, konsumsi suplemen vitamin D sebaiknya tidak dilakukan sembarangan tanpa kebutuhan yang jelas.

Alih-alih menyehatkan, kelebihan vitamin D justru bisa menjadi “bumerang” bagi tubuh.

Jadi, pastikan konsumsi vitamin D tetap sesuai kebutuhan, bukan berlebihan. ***

Reporter: Redaksi