Drama di RSMY: BMHP Tertahan, Sekda Sidak, Pasien Hemodialisis Kini Bisa Bernapas Lega

Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni di di RSUD dr. M. Yunus (RSMY) Bengkulu, Kamis (16/4)/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Kamis, 16 April 2026 | 17:33:06 WIB

KABARDARING.ID - Pelayanan hemodialisis di RSUD dr. M. Yunus (RSMY) Bengkulu yang sempat tertunda akhirnya kembali berjalan normal, Kamis (16/4), setelah adanya inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni.

Sidak tersebut mengungkap fakta di balik tersendatnya layanan cuci darah, yakni keterlambatan pengiriman bahan medis habis pakai (BMHP) yang sempat tertahan di wilayah Seluma.

Didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, Herwan turun langsung meninjau kondisi pelayanan sekaligus mendengar keluhan pasien dan keluarga yang terdampak.

“Kami sudah melihat langsung kondisi di lapangan dan menerima keluhan masyarakat. Kami mewakili Gubernur menyampaikan permohonan maaf atas kendala ini,” ujar Herwan.

Ia memastikan, pelayanan hemodialisis langsung kembali dimulai pada hari yang sama. Bahkan, petugas diminta tetap siaga hingga seluruh pasien yang sempat tertunda dapat terlayani, meski harus berlangsung hingga malam hari.

Sebagai bentuk perhatian, pemerintah juga menyiapkan konsumsi bagi pasien dan keluarga yang menunggu selama layanan kembali diaktifkan.

“Kami pastikan pelayanan kembali normal. Semua pasien harus terlayani dengan baik,” tegasnya.

Di sisi lain, manajemen RSMY bergerak cepat mengatasi kendala tersebut. Setelah tidak mendapat respons dari pihak ekspedisi hingga siang hari, rumah sakit mengambil langkah darurat dengan menjemput langsung BMHP menggunakan ambulans.

Direktur RSUD dr. M. Yunus, Hery Kurniawan, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi memastikan layanan vital bagi pasien gagal ginjal tetap berjalan.

“Karena pengiriman terkendala dan belum ada respons dari pihak ekspedisi, kami berinisiatif menjemput langsung BMHP agar pelayanan bisa segera kembali normal,” jelasnya.

Langkah cepat ini pun membuahkan hasil. Dalam waktu singkat, layanan hemodialisis kembali berjalan dan pasien yang sempat tertunda mulai dilayani.

Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, sekaligus memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Selain itu, Sekda juga mendorong optimalisasi layanan hemodialisis di rumah sakit kabupaten/kota agar pasien tidak perlu bergantung pada layanan di Kota Bengkulu.

Evaluasi menyeluruh pun akan dilakukan oleh pihak rumah sakit, terutama terkait ketersediaan BMHP, guna menjamin pelayanan tetap stabil ke depannya.

Dengan normalnya kembali layanan cuci darah di RSMY, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan pemerintah tetap terjaga, sejalan dengan semangat “Bantu Rakyat.”

Reporter: Redaksi