Cinta Berujung Petaka, Pria di Bengkulu Alami Luka Bakar Serius Diduga Diserang Mantan

Tempat Kejadian Perkara/Ist
Penulis: Redaksi
Rabu, 25 Maret 2026 | 14:32:28 WIB

KABARDARING.ID – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Kota Bengkulu. Seorang pria berinisial AN (29) harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka bakar serius di sebagian tubuhnya, diduga akibat serangan dari mantan kekasihnya sendiri.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (25/3/2026) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, di sebuah rumah kos kawasan Jalan Hibrida 15, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Gading Cempaka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku yang diketahui berinisial S.G (23) diduga mendatangi korban dengan alasan ingin mengambil barang pribadinya yang tertinggal. Namun, situasi kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan.

Sebelum kejadian, pelaku disebut sempat menghubungi korban melalui pesan singkat. Tak lama berselang, ia datang ke lokasi dan sempat berbincang dengan korban.

Korban saat mendapatkan perawatan di rumah sakit

Saat korban lengah, pelaku diduga melakukan aksi penyerangan menggunakan bahan bakar yang mengakibatkan korban mengalami luka serius. Korban berusaha menyelamatkan diri dan segera mencari pertolongan.

Akibat kejadian tersebut, AN mengalami luka bakar cukup parah dengan estimasi mencapai sekitar 36 persen. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Usai kejadian, pelaku langsung meninggalkan lokasi. Sementara itu, korban melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.

Personel Polsek Gading Cempaka bersama jajaran Polresta Bengkulu segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Informasi terbaru, pelaku telah diamankan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Satreskrim Polresta Bengkulu guna mengungkap secara utuh motif di balik kejadian tersebut.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena dinilai sebagai tindakan kekerasan yang dipicu persoalan pribadi.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan konflik secara emosional maupun dengan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya mengelola emosi dan menyelesaikan masalah secara bijak. ***

Reporter: Redaksi